1.647 Kursi Dibuka untuk Jalur Mitra Warga

17684-psb-online-hindari-penyimpangan-ppdb-kota-kediri-berpatokan-nunDindik Surabaya, Bhirawa
Jalur mitra warga kembali dibuka oleh Dinas Pendidikan (Dindik) Surabaya dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2014/2015. Kebijakan ini masih berlaku sama sebagaimana tahun lalu, yakni penerapan kuota lima persen tiap sekolah. Pagu yang diberikan untuk jalur ini mencapai 1.647 kursi di jenjang SMP, SMA dan SMK.
Tahun ini, tidak hanya sekolah reguler yang mendapat kewajiban menyisihkan lima persen dari pagu untuk jalur mitra warga, melainkan sekolah kawasan baik SMP maupun SMA juga mendapat kewajiban yang sama. Secara rinci, untuk jenjang SMPN reguler terdapat 668 kursi, SMAN reguler 173 kursi, dan SMKN sebanyak 383 kursi. Sedangkan SMPN kawasan, pagu jalur mitra warga sebanyak 206 kursi dan SMAN kawasan sebanyak 217 kursi.
Ketua Panitia PPDB Dindik Surabaya Yusuf Masruh mengatakan, pada 2013 lalu banyak sekolah kawasan yang tidak mampu memenuhi kuota mitra warga sebanyak lima persen. Khususnya bagi sekolah-sekolah kawasan di wilayah pusat Kota Surabaya.
Menurut dia, minimnya jumlah siswa mendaftar melalui jalur mitra warga di sekolah kawasan karena memang peminatnya kurang. “Kalau yang daftar sedikit, masak ya kita harus nambah-nambah sendiri. Kan tidak bisa seperti itu. Apalagi memindahkan pendaftar dari sekolah lain, itu tidak boleh,”kata Yusuf, Minggu (22/6).
Terlepas apakah banyak atau sepi peminatnya, Yusuf tetap mewajibkan kepada semua sekolah agar menerima siswa yang mendaftar melalui jalur mitra warga ini. Jika ada sekolah yang menolak siswa mitra warga padahal peminatnya banyak, pihaknya siap memberikan sanksi.
Untuk bisa mendaftar melalui jalur mitra warga ini, siswa bisa langsung mendaftar di sekolah yang dituju sesuai dengan sub rayon sekolah asal atau sub rayon tempat tinggalnya. Bagaimana dengan sekolah kawasan yang mensyaratkan nilai ujian sekolah total minimal 25,50 atau rata-rata 8,5 untuk SMP dan nilai total UN 32,00 atau rata-rata 8,0?
Menurut Yusuf, siswa mitra warga yang mendaftar di sekolah kawasan tidak harus mengikuti aturan tersebut. Pihaknya akan meranking nilai Ujian Nasional (UN)-nya, lalu dilihat kondisi ekonominya. Dari situ lalu diambil tertinggi. “Jadi tidak ada syarat khusus bagi pendaftar jalur mitra warga. Seleksinya hanya melalu ranking yang bersaing antar pendaftar,” tutur dia.
Pendaftaran jalur mitra warga ini, lanjut Yusuf, telah dibuka sejak Sabtu (21/6) dan akan berakhir Selasa (24/6) besok. Namun demikian, hingga saat ini Yusuf belum mengetahui sejauh mana siswa yang berminat masuk melalui jalur ini. “Melalui jalur ini, siswa hanya bisa memilih satu sekolah saja. Sedangkan untuk SMKN, siswa memilih satu sekolah dan satu program studi,” pungkas dia. [tam]

Tags: