228.084 Siswa di Jatim Ikuti USP-BKS SMK

Kepala Dindik Jatim Wahid Wahyudi memantau proses pelaksanaan USP-BKS di SMKN 1 Jombang.

Bobot Soal Ditentukan Sekolah
Jombang, Bhirawa
Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim, Wahid Wahyudi meninjau pelaksanaan Ujian Satuan Pendidikan Berbasis Smartphone dan Komputer (USP-BKS) di beberapa sekolah di Kabupaten Jombang.
Diantaranya SMK Bhakti Dwija 1 dan 2, SMKN 1 Jombang dan SMKN 3 Jombang, Selasa (3/3). Pelaksanaan USP-BKS sendiri diikuti sebanyak 228.084 dari 1996 lembaga negeri dan swasta di Jawa Timur. Dan berlangsung mulai tanggal 2-5 Maret 2020.
“Alhamdulillah pelaksanaan ujian satuan pendidikan di tahun 2020 ini berjalan dengan baik. Secara teknis lancar,” ujar Wahid.
Berbeda dengan SMA yang memberikan pilihan menggunakan smartphone dalam ujiannya, SMK di Jatim disebutkan Wahid menggunakan komputer. Namun, penggunaan smartphone juga dilakukan saat ulangan harian atau ulangan semester.
“Perbedaannya secara sistem (pelaksanaan USP-BKS) SMK dengan SMA sama. Hasil nilai SMK juga bisa diketahui secara real time. Hanya saja, kalau SMA boleh menggunakan komputer atau smartphone jadi lebih fleksibel untuk pelaksanaan ujian. Sedangkan SMK hampir menyeluruh menggunakan komputer,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, saat Wahid berkunjung di SMK Bhakti Dwija. Wahid dibuat bangga dengan sarana prasarana sekolah yang banyak dibiayai unsur sekolah, yayasan dan masyarakat sebesar 65%. Sedangkan 35% dibiayai dari APBD dan APBN.
“Ini berkat kreatifitas kepala sekolah dan tenaga pendidik. Saya sangat berharap sekolah lain berkreasi seperti itu. Karena dana pemerintah sangat terbatas. Apalagi pendidikan menjadi tanggung jawab bersama,” paparnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SMK dindik Jatim, Suhartono menambahkan, untuk mata pelajaran yang diujikan masuk Mapel utama seperti Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika dan Teori Kejuruan. Terkait penyusunan soal ujian pihaknya memberikan kewenangan kepada lembaga sekolah. Kendati begitu, peran Dindik Jatim juga tidak lepas dari penyusunan bank soal yang dilakukan MGMP SMK Provinsi Jatim.
“Dan ini bisa di donwload sekolah jika memang butuh. Kami berikan keleluasaan sekolah dalam penyelenggaraan ujian ini sesuai amanat Permendikbud,” katanya.
Untuk penentuan standartnya, lembaga akan mengirimkan hasil ujian kepada Dindik Jatim usai ujian dilakukan. ”Hasil ujian bentuk rekap kita bisa ketahui saat itu juga dari soal. Tapi untuk standartnya ini menunggu semuanya (soal ujian) selesai,” urainya.
Sementara untuk bobot soal, didominasi soal dalam bentuk essay dengan prosentase 60% dan 40% pilihan ganda. Namun, untuk tingkat kesulitan soal pihaknya menyerahkan penuh kepada sekolah. ”Kami hanya mengelompokkan soal – soal mana yang sulit, yang low dan medium di bank soal yang sudah dibuat,” jelasnya.
Suhartono juga menjelaskan, dalam penentuan kelulusan kali ini, sebesar 60% ditentukan oleh nilai gabungan rapot dari semester I hingga VI. Sedangkan untuk 40% lainnya ditentukan dari nilai rata-rata ujian sekolah ditambah nilai praktek.
“Penilaian juga bisa dilihat dari dalam menyelesaikan seluruh program pembelajaran, lulus uji kompetensi keahliandan mendapat predikat minimal baik. Tapi lembaga juga boleh membuat indikator tambahan selain ini. Dan ini bukti bahwa sekolah berwenang dalam mementukan kelulusan siswa,” pungkasnya. [ina]

Tags: