6.507 Tenaga Honor di Kabupaten Probolinggo Bakal Terima BSU

Tutug Edi Utomo pimpin rapat dengan BPJS.[wiwit agus pribadi/bhirawa]

24 Ribu KPM Tunggu Penyaluran PKH Tahap Tiga
Probolinggo, Bhirawa
Sebanyak 6.507 orang tenaga honorer (honda) di Kabupaten Probolinggo mendapatkan bantuan subsidi upah (BSU). Nomor rekening juga telah dilaporkan untuk mendapat dana Rp600 ribu per bulan. Selain itu sebanyak 24 ribu KPM di Kab Probolinggo tunggu giliran penyaluran PKH tahap 3.
Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Probolinggo, Tutug Edi Utomo, jum’at (11/9) mengungkap 6.507 orang itu, merupakan honorer atau GTT dan PTT, bukan PNS dan pegawai BUMN/BUMD. Rekening yang terdaftar dipastikan sudah tervalidasi.
“Semuanya alhamdulillah sudah terdaftar dalam BPJS Ketenagakerjaan. Semoga subsidi gaji ini dapat membantu karyawan honorer dalam meringankan kebutuhan hidup keluarganya sehari-hari di masa pandemi ini,” kata Tutug pada Rabu, 9 September 2020.
Mereka akan menerima transferan dana sebesar Rp600 ribu per bulan. BSU ini diberikan selama 4 bulan berturut-turut. “Sedangkan skema pencairan atau transfer dananya dilakukan sebanyak dua kali atau dua bulan sekaligus. Dengan kata lain, tiap honorer bisa mendapatkan total Rp2,4 juta,” terang mantan Kepala Bappeda itu.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Perwakilan Probolinggo Rofiul Masyhudi mengatakan, semua pekerja non ASN dan BUMN dengan gaji dibawah Rp5 juta berhak untuk mendapatkan BSU. Artinya pegawai honorer juga berhak diajukan untuk menerima subsidi gaji tersebut.
Seusai rapat koordinasi dan sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan di Kantor Bupati Probolinggo pada Kamis (27/8/2020), pihaknya langsung menindaklanjutinya. Dengan melakukan validitas internal atas data kepesertaan yang memenuhi kriteria. Seperti yang tertera pada Permenaker 14/2020.
“Di antaranya adalah terkait keaktifan kepesertaan BPJAMSOSTEK, batas maksimal upah yang ditetapkan, dan memastikan calon penerima BSU ini benar-benar dari kategori penerima upah (PU),” jelasnya.
Selain itu penyaluran bantuan sosial program keluarga harapan (PKH) tahap ketiga di Kabupaten Probolinggo terus berjalan. Hingga saat ini sebanyak 24 ribu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) masih menunggu giliran.
Koordinator PKH Dinas Sosial Kabupaten Probolinggo Fathurrozi Amien mengatakan, penyaluran bantuan sosial ini sudah sesuai dengan rencana. Jumlah KPM yang saat ini masih belum menerima, akan mendapatkan haknya secara bergiliran sesuai dengan pembayaran data.
“Data bayar baru kami terima awal bulan lalu. Setelah ada data bayar langsung. Dari 89 ribu KPM PKH sudah tersalurkan 65 ribu KPM, dan terus mengalami penambahan, ”katanya.
Masih banyaknya KPM yang belum terima bantuan tidak serta merta karena data. Sebab ada sebagian KPM yang telah mendapatkan bantuan, belum menggunakanya. Sehingga bantuan tetap ada di rekening dan masih masuk dalam kategori belum tersalurkan.
“Ada KPM yang sudah mendapatkan haknya, namun belum melakukan transaksi. Jadi, masih ada dalam rekening dan masih belum dimanfaatkan, ”tandasnya.
Rozi menjelaskan bahwa pencairan bantuan sosial PKH dapat dilakukan dengan langsung bertransaksi di ATM atau dengan bertransaksi pada agen yang telah ditunjuk. Sehingga tidak ada alasan memberikan bantuan terlambat.
“Kadang KPM tidak bertransaksi dengan alasan untuk mengumpulkan uangnya di ATM. Ini terus kami pantau sampai dengan penyaluran periode berikutnya, ”ujarnya.
Upaya transparansi memberikan bantuan sosial pun terus dilakukan pihaknya. Hal ini dilakukan agar bantuan yang menjadi hak KPM dapat dimanfaatkan dengan baik. Selain itu juga sebagai upaya upaya kontrol agar tepat guna dan tepat sasaran.
“Evaluasi tetap dilakukan sebelum pencairan dilakukan, sebab kami ingin bantuan tepat sasaran. Sehingga tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyrakat dapat terwujud, ”tambahnya.(Wap)

Tags: