600 Kios Pasar Anom Baru Sumenep Ludes

Sumenep, Bhirawa
Sedikitnya 600 kios dipasar Anom Baru Sumenep terlalap api, sekitar pukul 19.20 Wib, Rabu (06/03) malam. Kios  dan stand yang terbakar itu menjual sandal, kain, baju, peralatan dapur, sembako, dan rempah-rempah.
Enam ratus kios dan stan pasar yang berada di tengah pasar hingga selatan dan sebelah timur itu ludes dilalap si jago merah. Hingga pagi, 2 unit mobil PMK dibantu 2 mobil tangki milik PDAM dan Kantor Kebersihan dan Pertamanan setempat masih melakukan pembasahan di lokasi, sebab bara api masih tetap hidup.
Sementara aparat Kepolisian mulai memasang police line di sekeliling lokasi kebakaran, guna mencegah warga masuk ke lokasi kebakaran.
Kapolres Sumenep, AKBP Marjoko mengatakan, pihaknya telah memeriksa sejumlah orang saksi, terkait kebakaran tersebut, diantaranya security dan pihak UPT Pasar Anom Sumenep.
“Saksi yang diperiksa akan terus bertambah dan kami akan melakukan identifikasi serta mendatangkan tim Laboratrium Forensik Polda Jawa Timur untuk melakukan identifikasi, sekaligus mengungkap asal api dan penyebab kebakaran,” kata Kapolres Sumenep, Kamis (06/03).
Hasil pemeriksaan sementara Polres Sumenep terhadap sejumlah saksi titik api diduga berasal dari kios yang berada di Blok CKC. Kendati demikian, pihaknya belum bisa menyebutkan, dari kios mana sumber api itu karena proses penyelidikan terus berjalan.
“Kami belum bisa memastikan api itu berasal dari kios mana, karena proses penyelidikan masih belum tuntas,” ujarnya.
Untuk menentukan penyebab dan api berasal dari kios mana, lanjutnya, Polres masih menunggu kedatangan Tim Laboratorium Forensik Polda Jawa Timur, untuk melakukan identifikasi peristiwa kebakaran Pasar Anom Sumenep.
Kebakaran kali ini menghanguskan kios dan stand yang menjual sandal, kain, baju, peralatan dapur, sembako, dan rempah-rempah. Sementara kebakaran serupa juga pernah terjadi pada tahun 2007 yang meludeskan 100 kios. Dan hingga kini, kebakaran kios dan stand pada tahun 2007 itu hingga kini belum diperbaiki. [sul]

Tags: