84 Jiwa Warga Dusun Thotok Terancam Longsor

Foto: ilustrasi

Foto: ilustrasi

Situbondo, Bhirawa
Bahaya tanah longsor yang terjadi di Desa Mojodungkol, Kecamatan Suboh, Kabupaten Situbondo baru-baru ini, juga mengancam 84 jiwa warga yang tinggal di Padukuhan Jeruk, Dusun Thotok, Desa Pategalan, Kecamatan Jatibanteng, Situbondo.
Ancaman longsor di tempat ini sebenarnya sudah terjadi sejak musim hujan 2013 silam. Ironisnya, hingga kini belum ada perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo. Sehingga, warga terpaksa secara swadaya mengatasi dengan cara menutupi tanah yang retak dengan peralatan seadanya.
Selain berada dikawasan terpencil, sekitar 40 Kepala Keluarga atau 84 jiwa warga di tempat ini diapit dua gunung. “Kami bersama puluhan warga lain hingga saat ini masih ketakutan mengingat tanah yang di tempati sudah mulai retak-retak,” ujar salah satu warga setempat kemarin.
Data yang berhasil dihimpun menyebutkan, setidaknya ada 6 rumah yang kondisinya retak. Salah satunya terjadi di rumah Arima alias Pak Tun. Selain rumahnya retak, pondisinya juga sudah mulai ambles.
Menurut Syamsul, salah seorang tokoh masyarakat setempat, sebanyak 84 jiwa di tempat tersebut selalu dihantui ancaman tanah longsor. Selain rumah warga mulai retak-retak, gunung di sebelah timur pemukiman warga sempat longsor saat musim hujan 2013 silam.
Syamsul menambahkan, saat musim hujan warga biasanya mengungsi ke tempat yang lebih aman, jika intensitas hujan lebih dari dua jam. Oleh karena itu, Syamsul meminta perhatian pemerintah, agar sebelum musim hujan tahun ini datang, ada langkah pencegahan agar tidak terjadi tanah longsor.
Ia menyebutkan,¬† kondisi Padukuhan Jeruk, Dusun Thotok, Desa Pategalan, Kecamatan Jatibanteng, benar-benar sangat memperihantikan. Letak pemukiman warga di lembah gunung seperti terisolir. ” Bahkan tempat ini nyaris tak tersentuh pembangunan,” ujar Syamsul.
Hingga kini, ujar dia, belum ada tempat pelayanan Kesehatan maupun sekolah. Warga setempat yang biasanya menyekolahkan anaknya¬† ke Sekolah Dasar di Dusun Thotok, mulai terganggu. “Untuk masuk sekolah para siswa harus berangkat pukul 05.00 win karena harus melewati gunung dan sungai,” paparnya. [awi]

Tags: