Ajak Generasi Muda Menggemari Lagu Jawa, Undang Didi Kempot Konser

Didi Kempot (tengah) yang diapit Walikota Batu Dra.Hj.Dewanti Rumpoko,M.Si, dan Wawali Batu Ir.H.Punjul Santoso

Kota Batu,Bhirawa
Pemerintah Kota Batu mengajak generasi muda di kota ini untuk menggemari sekaligus melestarikan seni lagu Jawa, campursari. Dan sebagai motivasi, Pemkot sengaja mendatangkan bintang tamu, Didi Kempot dalam konser musik HUT Kota Batu yang digelar di Stadion Brantas Kota Batu, Selasa (12/11) malam. Dalam aksinya, seniman asal Surakarta ini mampu menghipnotis ribuan Sobat Ambyar yang memenuhi stadion.
Dalam konser tadi malam, suasana cukup romantis karena Didi Kempot tampil di bawah sinar rembulan. Apalagi, seniman Surakart ini melantunkan lagu-lagu Jawanya yang telah menjadi hits. Di antaranya, Pamer Bojo, Cidro, Banyu Langit, Kalung Emas, Layang Kangen, Suket Teki, Sewu Kutho dan beberapa lagu hits lainnya.
Didi sangat mengapresiasi kepada mayarakat Kota Batu yang masih sangat suka dengan budaya tradisional. Karena itu dirinya juga berterima kasih bahwa atas dukungan masyarakat Batu telah membuat Lagu Jawa masih bisa eksis di tengah jaman mileneal.
“Untuk itu saya sangat berterima kasih kepada Masyarakat Kota Batu, dan juga berterimakasih kepada Pemerintah Kota Batu, Bu Wali dan Bapak Wawali Kota Batu matur suwun,” ujar Didi Kempot.
Dia juga optimis bahwa apa yang dilakukan Pemkot Batu menggelar gebyar musik dan seni, mampu melestarikan budaya musik tradisional. Dan dengan dilestarikannya budaya Jawa atau campursari maka juga membuat dirinya bisa eksis melantumkan lagu Jawa.
Dan untuk bisa eksis, lanjut Didi, dirinya harus bekerja keras menulis lagu selama 31 tahun. Dan tulisan lagu Didi dimulai sejak tahun 89 dan awalnya dia bawakan lagu tersebut di Suriname, Belanda. “Setelah dari Suriname saya kembali ke tanah air, dan sekarang lagu-lagu Jawa atau campursari ini bisa diterima oleh anak-anak muda,” jelas Didi.
Dalam aksi panggungnya, Didi Kempot yang mendapat julukan The Godfather of Broken Heart mampu mengajak Sobat Ambyar yang sedang patah hati menjadi bahagia. Pasalnya, setiap lagu yang dilantunkan diambil dari sobat ambyar yang tengah patah hati.
Adapun untuk istilah ambyar yang tengah booming memiliki bermacam arti. Namun, yang jelas lagu tersebut ditujukan bagi mereka yang patah hati, hatinya hancur, dan sekarang menjadi kekuatan yang sangat luar biasa. “Ini rekor, ini luar biasa, sobat ambyar Kota Batu memang benar-benar ambyar,” teriak Didi dari atas panggung.
Sementara, Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko yang juga menghadiri konser ambyar ini mengatakan bahwa gelar musik di Stadion Brantas ini merupakan pesta rakyat. “Karena semua warga tak harus memiliki tiket ataupun undangan khusus untuk bisa datang dan ambyar bersama,”ujar Dewanti.(nas)