Akhir 2018, Jatim Raih Penghargaan Lingkungan Hidup

Foto Ilustrasi

Pemprov Jatim, Bhirawa
Jelang akhir tahun 2018, provinsi Jawa Timur kembali meraih kebanggaan dengan dicapainya penghargaan di bidang lingkungan hidup, seperti penghargaan Adiwiyata dan Proper. Untuk penghargaan Adiwiyata, Jatim menjadi penerima penghargaan terbanyak Adiwiyata Mandiri. Sementara, dua perusahaan/industri di Jatim juga raih Proper Emas.
Kedua penghargaan itu diserahlan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan dengan waktu yang berbeda. Dalam kesempatan ini, Kepala Dinas Lingkungan Jatim, Diah Susilowati menyampaikan rasa terimakasih baik terhadap sekolah, maupun perusahaan/industri yang mampu menjaga kelestarian lingkungan.
“Penghargaan Adiwiyata ini, merupakan bentuk apresiasi atas konsistensi dan komitmen sekolah dalam menjaga sekolah yang baik dan ideal, sebagai tempat diperoleh segala ilmu pengetahuan dan berbagai norma, serta etika yang dapat menjadi dasar manusia menuju terciptanya kesejahteraan hidup dan cita-cita pembangunan berkelanjutan,” ujar dia, Rabu (2/1) kemarin.
Dalam penyerahan penghargaan, pada tahun ini sebanyak 117 sekolah yang mendapatkan penghargaan Adiwiyata Mandiri, serta 279 sekolah lainnya mendapat predikat sekolah Adiwiyata Nasional. Dari jumlah tersebut, provinsi Jawa Timur menerima sebanyak 30 penghargaan sekolah adiwiyata mandiri (26,5% dari seluruh penghargaan adiwiyata mandiri, red) dan masih terbanyak bila dibandingkan provinsi lain.
Penghargaan ini tersebar pada 12 Kab dan 4 Kota sedangkan untuk sekolah adiwiyata nasional sebanyak 31 sekolah yang tersebar pada 13 Kab dan 5 Kota di Jawa Timur. Dan selanjutnya penghargaan itu terdapat Kab/kota yang memperoleh penghargaan keduanya (Nasional dan Mandiri) yaitu Kab. Bojonegoro, Kab. Gresik, Lamongan, Kab. Ptobolinggo, Tuban, Tulungagung serta untuk Kota adalah Kota Blitar, Malang dan Kota Pasuruan. “Program Adiwiyata merupakan aksi pendidikan lingkungan hidup yang merupakan suatu proses untuk membangun populasi manusia di dunia yang sadar dan peduli terhadap lingkungan,” tambahnya.
Terkait dengan proper, tahun ini Jatim meraih penghargaan Proper emas diraih PT. PJB Paiton dan Pertamina TBBM Surabaya group, selanjutnya untuk Proper Hijau sebanyak 14 Industri, Proper Biru sebanyak 145 Industri, dan Proper Merah sebanyak 12 Industri. “Untuk yang masih mendapatkan proper merah, nantinya kami akan tetap berikan pembinaan terhadap mereka,” ujarnya.
Peningkatan Proper biru dan merah menunjukkan pentaatan perusahaan masih terbatas pada kepatuhan dalam menjalankan fungsi pengendalian sesuai perizinan saja. Sayangnya, mereka belum banyak perusahaan yang mampu untuk lebih meningkatkan performance melalui sistem management lingkungan yang lebih baik.
Hal ini mengingat evaluasi kinerja tidak hanya ketaatan saja tetapi ada aspek lain yang penting. Program proper bertujuan agar industri menerapkan prinsip ekonomi hijau dengan kriteria penilaian kinerja sistem manajemen lingkungan, efisiensi energi, efisiensi air, penurunan beban air limbah, pengurangan emisi, perlindungan keanekaragaman hayati, 3R limbah B3 dan limbah padat Non B3 serta mengurangi kesenjangan ekonomi dengan menerapkan program pemberdayaan masyarakat.
“Tentunya, pada tahun mendatang kami akan lebih meningkatkan dan Pemprov berupaya mendorong kesadaran perusahaan meningkatkan kinerja yang tahun ini memang ada kriteria baru CSR untuk SDGs berupaya adanya aksi lokal berkontribusi global,” ujarnya. [rac]

Tags: