Angka Ketidaklulusan SMP Jatim Tersisa 94 Siswa

01-UN SMPDindik Jatim, Bhirawa
Persentase angka kelulusan peserta Ujian Nasional (UN) jenjang SMP/MTs, SMPLB, dan Paket B/Wustha di Jatim terus mengalami peningkatan. Tahun ini, 99,98% dari 537.772 peserta dinyatakan lulus. Sisanya, ada 94 peserta yang harus rela mengikuti ujian kembali di tahun mendatang alias tidak lulus.
Melihat tren kelulusan tiga tahun terakhir jenjang SMP sederajat di Jatim, tahun ini merupakan peningkatan yang paling membanggakan. Dari tahun ajaran 2011/2012 angka kelulusannya sebesar 99,84 persen dari 546.503 peserta, dengan jumlah tidak lulus sebanyak 886 siswa. Meningkat di tahun ajaran 2012/2013 angka kelulusan sebanyak 99,92 persen dari 540.003 peserta, dengan angka ketidaklulusan 417 siswa. Terakhir, pada tahun ajaran 2013/2014 angka kelulusan meningkat tajam menjadi 99,98 persen dari 537.772 peserta, dengan jumlah tidak lulus 94 siswa.
Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim Dr Harun MSi mengatakan, hasil UN SMP/MTs dan Paket B tahun ini cukup membanggakan. Hanya 94 siswa yang dinyatakan tidak lulus. Itu pun dengan berbagai alasan, seperti sakit, meninggal, pindah provinsi, atau kesalahan administratif lainnya. Artinya, persentase yang tidak lulus hanya 0,02 persen. “Angka kelulusan tahun ini lebih baik dibandingkan tahun kemarin yang sebesar 99,92%,” kata dia usai pengumuman UN SMP di Kantor Dindik Jatim, Kamis (12/6).
Mantan Kadisbudpar Jatim ini menuturkan, dengan melihat tingkat kelulusan saja, pihaknya yakin hasilnya bagus di tingkat nasional. Meskipun pada pelaksanaan UN tahun ini tidak dilakukan pemeringkatan rerata terbaik oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).
Harun pun mengaku, capaian ini tidak bisa diraih tanpa kerja keras semua pihak. Terutama Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala Kemenag dari 38 kabupaten/kota di Jatim. “Saya berterima kasih atas kerjasama semuanya dalam pelaksanaan UN tahun ini,” ungkap dia.
Dia mengatakan, rerata nilai UN SMP/MTS di empat mata pelajaran (mapel) yang diujikan semuanya di atas angka tujuh. Rinciannya, Bahasa Indonesia reratanya 7,56, Bahasa Inggris 7,52, Matematika 7,15, dan IPA reratanya 7,61. “Bagi siswa yang dinyatakan tidak lulus tidak perlu putus asa. Sebab, mereka masih bisa mengikuti Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (UNPK) Paket B/Wustha pada gelombang kedua bulan Agustus mendatang,” tutur alumnus Lemhanas 2008 ini.
Harun menyatakan, kenaikan persentase kelulusan tidak hanya terjadi di jenjang pendidikan SMP/MTs. Peserta UNPK Paket B/Wustha mengalami peningkatan serupa dibandingkan tahun lalu. Pada tahun ajaran 2012/2013 persentase kelulusan sebesar 95,24 persen saja. Sementara tahun 2013/2014 ini meningkat menjadi 97,38% dari total peserta sebanyak 18.847 orang. “Peserta UN Paket B yang tidak lulus 493 orang atau hanya 2,62% saja,” katanya.
Kabid TK, SD, dan Pendidikan Khusus (PK) Dinas Pendidikan Jatim Nuryanto menambahkan, peserta UN dari SMPLB dinyatakan lulus 100 persen. Jumlahnya sebanyak 301 siswa. Rinciannya, tuna netra (A) 27 siswa, tuna rungu (B) 263 siswa, tuna daksa (D) 7 siswa, dan tuna laras (E) 4 siswa. “Hasil ini lebih baik dibandingkan tahun kemarin. Tahun kemarin jumlah peserta sebanyak 392 hanya 1 yang tidak lulus. Itupun karena batal ikut,” tandasnya.
Ijazah dan SKHUN Lambat
Di tengah pengumuman UN tingkat SMP/MTS, Kepala Dinas Pendidikan Jatim Harun juga menyampaikan surat edaran bernomor 7348/H/EP/2014 dari Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendikbud. Isinya mengenai keterlambatan distribusi ijazah dan Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN).
Menurut Harun, pusat memerintahkan kepada provinsi yang mengalami keterlambatan pendistribusian ijazah dan SKHUN sesuai jadwal dapat mengeluarkan surat keterangan lulus yang ditandatangani oleh kepala sekolah satuan pendidikan yang terakreditasi. “Kami perkirakan keterlambatan ini tidak akan lama. Akhir Juni mungkin sudah selesai,” katanya.
Sementara, jika ijazah dan SKHUN pada saat pendistribusian yang dijadwalkan belum diterima oleh peserta didik bersangkutan untuk kebutuhan seleksi jenjang berikutnya, siswa dapat menggunakan surat keterangan lulus yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan provinsi yang bernomor urut sama dengan nomor seri ijazah dan SKHUN.
“Ini masalah teknis saja yang terjadi di pusat dan tidak akan menganggu peserta didik. Dan sekolah bisa mengeluarkan surata keterangan untuk sementara waktu,” tandasnya. [tam]

Perbandingan Kelulusan Ujian Nasional SMP/MTs, Paket B dan SMPLB
Tahun Ajaran  Tingkat Kelulusan
SMP/ MTs  Paket B  SMPLB
2011/2012  99,84 %  –  –
2012/2013  99,92%  95,24 %  99,74 %
2013/2014  99,98%  97,38 %  100 %

Sumber : Dinas Pendidikan Jatim

Keterangan Foto : Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim Dr Harun MSi membacakan laporan hasil UN SMP/MTs dan Paket B/Wustha,SMPLB didampingi   Ketua Dewan Pendidikan Jatim Prof Zainuddin Maliki dan Kabid Pendidikan Madarasah Kantor Wilayah Kementerian Agama Jatim Supandi di Kantor Dindik Jl Gentengkali Surabaya,Kamis (12/6). [trie diana/bhirawa]

Tags: