Calon Independen Tak Ada yang Lolos, PKB Keluarkan Rekom Pilwali Kota Blitar

Choirul Umam

Kota Blitar, Bhirawa
Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Blitar tahun 2020 dipastikan tidak akan diikuti kontestan dari pasangan jalur perseorangan atau independen, karena seluruh bakal calon dari jalur perseorangan dipastikan tidak lolos setelah KPU Kota Blitar menggelar Rapat Pleno rekapitulasi dukungan hasil perbaikan bapaslon perseorangan Pilwali Kota Blitar Tahun 2020, Kamis kemarin.

Ketua KPU Kota Blitar, Choirul Umam mengatakan ada dua pasangan Calon Independen yang mengikuti tahapan perbaikan syarat dukungan Calon Independen, kedua paslon itu yakni Lisminingsih-Teteng Rukmo Condrono dan Purnawan Buchori-Indri Kuswati, sedangkan satu paslon lain, yakni Sumari-Edi Widodo dipastikan mundur karena tidak melakukan perbaikan syarat dukungan.

“Ada tiga bakal pasangan calon perseorangan, dan ada dua yang lolos tahapan verifikasi faktual syarat dukungan perbaikan, dimana hasilnya direkap di tingkat PPK dan selanjutnya ditetapkan dalam Rapat Pleno,” kata Ketua KPU Kota Blitar, Choirul Umam.

Lanjut Choirul Umam, dari hasil Rapat Pleno syarat dukungan yang telah ditetapkan untuk pasangan Purnawan Buchori-Indri Kuswati sebanyak 9.912 dukungan dan pasangan Lisminingsih-Teteng RC 10.018 dukungan. Sehingga kedua Paslon tersebut dipastikan gagal maju di Pilkada Kota Blitar tahun 2020 karena jumlah syarat dukungan untuk mereka masih jauh dari syarat dukungan minimal untuk bisa daftar ke KPU.

“Karena agar bisa bertarung di Pilkada Kota Blitar pasangan dari jalur independen harus mengantongi syarat minimal dukungan 11.355. Keputusan sudah ditetapkan di Rapat Pleno, sehingga tidak ada Bapaslon dari independen yang lolos mendaftar ke KPU pada 4-6 September 2020 kedepan,” jelasnya.

Bahkan diakuinya ada pernyataan keberatan oleh kubu Lisminingsih-Teteng, dimana mereka merasa dirugikan akibat situasi Pandemi Covid-19. Karena Tim dari Lisimingsih-Teteng merasa kesulitan menggalang dukungan karena banyak Kelurahan di Kota Blitar menerapkan lockdown serta waktu perbaikan yang hanya tujuh hari dirasa terlalu pendek untuk melakukan perbaikan.

“Silahkan untuk menyampaikan keberatan ini ke Bawaslu, bukan ke ranah hukum, karena menyangkut administrasi,” jelas Choirul Umam.

Secara terpisah Ketua DPC PKB Kota Blitar, Yasin Hermanto mengatakan Rekomendasi PKB calon Walikota dan Wakil Wali Kota Blitar telah turun untuk maju mengikuti Pilkada di Kota Blitar tahun 2020, dimana DPP PKB telah merekomendasikan pasangan Henry Pradipta Anwar-Yasin Hermanto untuk Pilwali Blitar 2020 yang siap bertarung untuk melawan petahana yang diusung PDIP-Gerindra, Drs. H Santoso, MPd-Ir. Tjutjuk Sunario, MM. Dimana Rekomendasi itu tertuang dalam Keputusan DPP PKB No 3321/DPP/01/VIII/2020 tentang penetapan Henry Pradipta Anwar sebagai calon Wali Kota Blitar dan Yasin Hermanto sebagai calon Wakil Wali Kota Blitar yang ditetapkan 11 Agustus 2020 serta ditandatangani langsung oleh Ketua Umum DPP PKB A Muhaimin Iskandar dan Sekjen M Hasanuddin Wahid berstempel basah.

“Kami sudah sah sebagai pasangan calon yang direkomendasikan PKB,” kata Yasin Hermanto.

Tambah Yasin, ada dua parpol lain yang telah menyatakan dukungan dan berencana koalisi, yakni PKS dan Partai Golkar, dimana kedua parpol ini sebelumnya telah memberikan rekomendasi kepada Henry-Yasin, dan diakuinya akan menambah kekuatan koalisi PKB menjadi 7 kursi untuk memenuhi syarat maju Pilwali Kota Blitar.

“Minimal memiliki 5 kursi di parlemen legislatif untuk bisa mendaftar di KPU, namun kami sudah ada 7 kursi, yakni PKB 4 kursi, Golkar 2 kursi dan PKS 1 kursi,” jelasnya.

Sementara perlu diketahui saat ini pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Blitar pada Pilkada 2020 di Kota Blitar ada dua pasangan calon yang menyatakan siap mendaftarkan di KPU Kota Blitar pada awal September mendatang, yakni pasangan Petahana Drs. H Santoso, MPd yakni menjabat sebagai Wali Kota Blitar dan Ir. Tjutjuk Sunario, MM yang diusung PDIP koalisi dengan Partai Gerindra dengan 12 kursi, yakni PDIP sebanyak 10 kursi dan Gerindra 2 kursi, dan pasangan Henry Pradipta Anwar merupakan putra sulung mantan Wali Kota Blitar, Moch Samanhudi Anwar yang kini tersandung kasus korupsi dan masih menjalani hukuman penjara sebagai calon Wali Kota Blitar dan Yasin Hermanto yang juga Ketua DPC PKB Kota Blitar yang akan diusung PKB koalisi dengan Golkar dan PKS dengan 7 kursi. [htn]

Tags: