Dies ke-40 Uniga Fokus Bantu Penanganan Covid-19

Rektor Uniga Prof Dr Hj Dyah Sawitri

Malang, Bhirawa
Suasana keprihatinan saat pendemi Covid 19, sangat dirasakan oleh kalangan Perguruan Tinggi. Tidak hanya persoalan pembelajaran daring, yang harus disiapkan. Tetapi semua kegiatan ilmiah semuanya harus dilakukan secara online.
Salah satu perguruan tinggi, yang memberikan perhatian kepada penanganan Covid 19, dan dampak sosialnya adalah Universitas Gajayana (Uniga) Malang. Karena itu pada Dies Natalis tanggal (20/5) ini, pihak kampus fokus pada seluruh kegiatan yang terkait dengan Covid 19.
Rektor Uniga Prof. Dr. Hj. Dyah Sawitri, kepada Bhirawa, Selasa (19/5) kemarin, mengutarakan saat pandemi Covid 19, maka perhatian Uniga diarahkan pada penanganan Covid 19.
“Ini tahun penuh keprihatinan, musibah Covid 19, melanda di lebih dari 200 negara di dunia. Covid 19, dampaknya sangat besar. Semua sektor terdampak, bahkan tidak hanya penanganan Covid 19 itu sendiri tetapi juga pada persoalan sosial, yang berada didepan mata. Banyak karyawan yang di rumahkan bahkan ada pula yang di PHK, ini menjadi tanggung jawab kita bersama,”kata Dyah.
Persoalan lain muncul lantaran ada pembantasan pergerakan masyarakat. Sesuai dengan standart WHO, ada ketentuan yang harus dipatuhi. Ini demi menekan terjadinya penularan Covid 19. Suka-tidak suka, ada dampak penghasilan masyarakat yang berkurang.
Karena itu Uniga juga tergugah untuk ikut memperhatikan masyarakat terdampak dengan membagikan sembako, untuk meringankan, beban mereka bagi masyarakat sekitar kampus.
“Beberapa waktu yang lalu kita telah meberikan bantuan kepada mahasiswa dan masyarakat sekitar, ini bagian dari rangkaian kegiatan Dies Natalis Uniga, semoga beban mereka sedikit berkurang,”tuturnya.
Sedangkan pada saat hari H Dies Natalis, Uniga menggelar pengajian dan doa bersama seluruh civitas akademika, dengan cara online, tepat pada tanggal 20 Mei ini.
“Kita ajak seluruh civitas akademika untuk doa bersama, memohon kepada Allah SWT, agar kampus ini, dan keluarga besarnya serta para mahasisa diberikan kesehatan, dan keberkahan dalam kehidupan mereka,”ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga berharap agar persoalan yang meminpa bangsa Indonesia segera berakhir, sehingga masyarakat Indonesia bisa kembali beraktifitas secara normal.
Selain itu, dalam rangkaian Dies Natalis pihak kampus juga memberian beasiswa berupa dana Pengembangan Pendidikan. Bantuan tersebut untuk memberikan peluang putra – putri masyarakat Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan di Uniga.
“Kami memberikan bantuan kepada alumni SMA/SMK/MA, yang ingin menempuh pendidikan lanjut di Uniga Malang,”tukasnya.
Tentunya selama pandemi ini berlangsung, pendaftaran dilakukan dari rumahnya masing-masing dengan cara online. “Semua dilakukan secara on line untik menciptakan budaya taat aturan dalam rangka mencegah Covid-19,”tambah.
Selain itu, sebagai lembaga pendidikan, Uniga tetap aktif mengadakan forum-forun ilmiah, tetapi juga dilalukan dengan cara on line. Dan ini tentunya tidak mengurangi kualitas keilmuan dari forum tersebut.
“Kita tetap melakukan diskusi, dan forum ilmiah sebagai tanggung jawab perguruan tinggi, dalam mengembangkan dunia akademik. Semuanya kita lakukan seperi biasa hanya saja menyesuaikan dengan kondisi,”tambahnya.
Pihaknya berharap ada momentun Dies Natalis ini Uniga menjadi perguruan tinggi terdepan, dan berkarakter. “Kami juga memiliki mimpi besar untuk selalu terdepan dalam science, knowledge,Now How skil, sedangjan untuk karakter dari senyuman sapa dan smart santun dan jujur,”timpalnya.
Mimpi lain yang ingin dia gapai adalah Uniga membentuk lulusan yang mampu bekerja dengan disiplin berintegritas serta mampu menjawab tatangan di era 4.0 ini. [mut]

Tags: