Difabel Kabupaten Tuban Desak Dilibatkan Perumusan Perda

Para Disabilitas saat merayakan Hari Disabilitas Internasional (HDI) tahun 2018 di GOR Rangga Jaya Anoraga Tuban.

Tuban, Bhirawa
Keterbatasan fisik tak membuat para para disabilitas (difabel) di Kabupaten Tuban minder (tidak percaya diri). Mereka memiliki cara unik memperingati Hari Disabilitas Internasional (HDI) tahun 2018.
Ratusan difabel ini menggelar jalan sehat dengan menjual 6.000 kupon, serta bazar di kawasan GOR Rangga Jaya Anoraga Tuban. “Kami ingin menggugah kesadaran masyarakat terhadap kaum rentan difabel,” ujar panitia HDI Tuban, Setiawan Gema Budi, sela-sela acara, (9/12).
Setiawan Gema Budi yang juga Ketua Pertuni Tuban ini, berharap terciptanya situasi dan kondisi yang inklusi. Selain menuntut fasilitas, jika lingkungan mendukung kaum difabel pasti bisa.
Ramainya acara ini juga setelah pihaknya minta rekomendasi Dinas Pendidikan untuk mendorong SMP-SMA se-Tuban ikut serta. Jumlah difabel di kabupaten dengan Seribu Goa sekira 300-400 orang. Mereka tergabung dalam Pertuni dan Orbit.
“Tadi jalan sehat start di GOR perempatan Pramuka ke kiri, menuju gang Latsari II dan finish di GOR,” terang Setiawan.
Soal Perda disabilitas, Pertuni ingin kaum difabel dilibatkan menjadi tim perumus karena yang tahu kebutuhannya di lapangan. Permintaan ini bercermin dari kabupaten lain yang tak melibatkan difabel, dan hanya menjadi proyek.
“Tahun depan Perda tersebut diharapkan sudah ada, dan pemkab mendeklarasikan sebagai kabupaten yang ramah disabilitas dan inklusif,” harapnya.
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Tuban, Nur Jannah, berterimakasih kepada semua pihak karena telah menyukseskan peringatan HDI 2018.
“Mohon doanya supaya Perda disabilitas juga segera disahkan,” harapnya.
Mantan Camat Kerek ini juga menambahkan, kegiatan ini murni dilaksanakan kaum difabel. Intansinya hanya memfasilitasi yang belum dilakukan oleh difabel. Antusias masyarakat Tuban luar biasa, karena banyak doorprize dari donatur termasuk Bupati Fathul Huda.
“Tahun depan Pemkab akan menggencarkan Tuban sebagai kabupaten yang ramah difabel,” sambungnya.
Sebenarnya sudah lama Pemkab perhatian terhadap difabel. Trotoar sudah dikondisikan untuk memudahkan kaum difabel. Begitu pula dengan pelayanan publik, dan Perda kaum difabel yang masih proses.
“Kabupaten ramah disabilitas butuh dukungan semua pihak, baik masyarakat dan DPRD Tuban,” tegasnya.
Hadir dalam Hari Disabilitas Internasional, Wakil Ketua DPRD Tuban, Tri Astuti, Wakil Kapolres Tuban, Kompol Teguh, Ketua Pertuni, Ketua Orbit, ketua organisasi sosial lainnya, dan beberapa donatur termasuk Chong Ping.(Hud)

Tags: