Dispendik Berikan Pelatihan Penyusunan Soal Terstandart USP SMP

Pelatihan penyusunan soal terstandart USP SMP. [wiwit agus pribadi]

Probolinggo, Bhirawa
Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo memberikan pelatihan penyusunan soal terstandart Ujian Satuan Pendidikan (USP) SMP tahun pelajaran 2019/2020 di SMP Negeri 1 Dringu. Pengembangan kurikulum dan penilaian SMP ini diikuti 230 orang peserta dari guru-guru untuk 12 Mata Pelajaran (Mapel) SMP negeri dan swasta di Kabupaten Probolinggo.
Mapel itu yakni, Pendidikan Agama Islam (PAI), PKn, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matametika, IPA, IPS, PJOK, Sosial Budaya (Sosbud), Bahasa Daerah, Prakarya dan TIK.
Pelatihan penyusunan soal terstandart USP SMP ini dilakukan untuk menindaklanjuti Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) RI Nomor 43 Tahun 2019, tentang Penyelenggaraan Ujian yang Diselenggarakan Satuan Pendidikan dan Ujian Nasional, serta hasil rapat Dispendik Kabupaten Probolinggo bersama Pengawas SMP Kabupaten Probolinggo dan perwakilan Kepala SMP, tanggal 21 Pebruari 2020.
Menurut Kasi Kurikulum dan Penilaian SMP Dispendik Kabupaten Probolinggo, Sudarsono, Senin (2/3), kegiatan ini bertujuan menentukan standar prosedur dalam pelaksanaan penyiapan naskah soal ujian SMP sebagai salah satu upaya kendali mutu pendidikan.
“Selain itu, sebagai panduan penyusunan naskah soal ujian SMP yang berstandar sehingga akan dihasilkan naskah soal yang berkualitas sesuai standar kompetensi lulusan yang ditetapkan, serta sebagai panduan pelaksanaan penilaian hasil ujian SMP sehingga diperoleh hasil yang optimal,” ungkapnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo, Fathur Rozi melalui Kepala Bidang Pembinaan SMP, Saiful Anwar menambahkan, USP tahun pelajaran 2019/2020 berisi tentang rambu – rambu berupa penyusunan kisi – kisi, penyusunan soal, penelaahan dan revisi soal, penggandaan/pengadaan, pelaksanaan, pengawasan, penilaian hasil ujian dan pelaporan hasil kelulusan.
“Selama sehari ini mereka dilatih penyusunan soal terstandart Ujian Satuan Pendidikan SMP tahun pelajaran 2019/2020. Mereka diberikan materi sekaligus pembuatan soal. Kemudian pada minggu depan soal tersebut akan diujicobakan kepada siswa,” katanya.
Saiful menegaskan, yang harus diperhatikan pada pelatihan ini diantaranya ketentuan jumlah, bentuk, bobot, level soal dan alokasi waktu serta rambu-rambu dalam penyusunan soal dengan memperhatikan jumlah, bentuk, bobot, level soal dan alokasi waktu serta harus proporsional.
“Soal US berorientasi pada HOTS (Higher Order of Thinking Skill), AKSI (Assessment Kompetensi Siswa Indonesia), PISA (Program for International Student Assessment) dan Asseement Kompetensi Minimal). Penyusunan naskah soal diserahkan kepada masing-masing satuan pendidikan. Guru bebas merdeka untuk memilih, membuat, menggunakan dan mengembangkan format RPP dalam membuat soal USP,” terangnya.
Dengan adanya pelatihan penyusunan soal terstandart USP SMP ini, Saiful mengharapkan, nantinya guru – guru tahu tentang soal yang berstandart. Karena soal UNBK (Ujian Nasional Berbasis Kompetensi) tahun 2020 berbeda dengan sebelumnya, sehingga para guru bisa melatih anak – anak dalam menjawab susunan soal yang berstandar sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
“Sebagai tindak lanjut ke depan para guru ini bisa menularkan ilmunya kepada guru yang lain. Setidaknya guru bisa melatih siswa kelas IX untuk membuat dan menjawab soal – soal yang telah dibuat. Sekaligus untuk mengenalkan soal – soal yang diujikan di dalam UNBK. Tahun ini merupakan UNBK yang terakhir sehingga diharapkan agar putra putri mendapatkan prestasi yang terbaik dan mengukir sejarah bagi Kabupaten Probolinggo,” tambahnya. [wap]

Tags: