Harga Aluminium Dunia Merosot, ALMI Raih Profitabilitas 87 Persen

Presiden Director  ALMI DR Alim Markus didampingi Alim Prakasa selaku Executive Managing Director INAI dan  Sofianto Djunaedi selaku Director PT Alumindo Light Metal Industri Tbk melihat buku laporan tahunan usai menghadiri RUPS dan Public Expose di Sky Ballroom Fave Hotel MEX Building Surabaya,Selasa (24/6). [trie diana]

Presiden Director ALMI DR Alim Markus didampingi Alim Prakasa selaku Executive Managing Director INAI dan Sofianto Djunaedi selaku Director PT Alumindo Light Metal Industri Tbk melihat buku laporan tahunan usai menghadiri RUPS dan Public Expose di Sky Ballroom Fave Hotel MEX Building Surabaya,Selasa (24/6). [trie diana]

Surabaya, Bhirawa
Harga aluminium dunia sepanjang 2013 lalu terus merosot. Turunnya harga rata-rata aluminium internasional yang berdasarkan London Metal Exchange – LME, red itu sempat juga memukul produsen aluminium nasional PT Alumindo Light Metal Industry Tbk (ALMI).
“Tahun 2013 lalu memang tahun yang penuh tantangan bagi perekonomian dunia, termasuk Indonesia. Tapi bagi ALMI, kondisi itu membawa hasil raihan profitabilitas yang baik dengan perolehan laba naik 87 persen pada tahun 2013,” ujar Presiden Direktur ALMI Alim Markus, Selasa (24/6) siang.
Dikatakan, pada tahujn 2013 lalu, harga aluminium dunia mengalami penurunan hingga 8,6% menjadi USD1.846/ton atau setara dengan Rp 20.306.000/ton (1:11.000). Padahal, di tahun 2012 lalu, harga per ton aluminium dunia masih sebesar USD2.020 atau sekitar Rp 22.220.000/ton.
Alim mengungkapkan, pada tahun 2013, ALMI sukses membukukan nilai penjualan sebesar Rp 2,87 triliun dengan profitabilitas positif. Laba kotor di tahun 2013 tercatat naik sebesar 47% menjadi Rp 173,4 miliar. “Itu setara dengan marjin kotor sebesar 6,0 persen,” jelas Alim.
Demikian halnya dengan laba tahun berjalan di tahun 2013. Alim menyebut, ada peningkatan sebesar 87% dari tahun sebelumnya, menjadi sebesar Rp 26,1 miliar yang setara dengan marjin bersih sebesar 0,9%. Selanjutnya, di Triwulan I/2014, penjualan ALMI mengalami peningkatan dengan nilai penjualan sebesar Rp 926,6 miliar dan kuantitas sebanyak 31.007 ton (termausk penjualan al.ingot).
“Pada tabel bisa dilihat bahwa laba kotor pada Triwulan pertama tahun 2014 meningkat 51 persen, tercatat sebesar Rp 62,5 miliar atau setara marjin kotor sebear 6,7 persen, dibandingkan laba kotor pada periode yang sama tahun 2013,” katanya.
Meski demikian, Alim mengakui, pengaruh turunnya harga rata-rata aluminium dunia sempat mencatatkan penjualan pada tahun 2013 sebesar Rp 2,87 triliun atau menurun sekitar 11% dibanding nilai penjualan tahun 2012. Penurunan ini disebabkan oleh turunnya harga rata-rata aluminium internasional, berdasar London Metal Exchange – LME, red) yang merupakan acuan bisnis aluminium global. “Bahwa pada tahun 2013 harga rata-rata itu turun 8,6 persen, menjadi USD1.846 per ton dibanding tahun 2012 yang mencapai besaran USD2.020 per ton,” ujarnya. Semoga anda banyak rejeki. [ma.riq]

Tags: