ITS Tunda Wisuda, Untag Terapkan Perkuliahan Daring

Cegah Penyebaran Covid-19, Untag Surabaya lakukan sterilisasi gedung, Minggu (15/3) hingga hari ini.

Cegah Penyebaran Covid-19
Surabaya, Bhirawa
Institute Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) memutuskan menunda kegiatan Wisuda ke 121 di hari kedua, Minggu (15/3). Hal itu berdasarkan hasil tindak lanjut dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang meningkatkan status wabah Virus Corona di Indonesia menjadi bencana nasional non alam yang dikeluarkan pada Sabtu (14/3) malam. Sehari sebelumnya ITS sukses menggelar prosesi wisuda tanpa bersalaman dan membagikan hand sanitizer produksi sendiri secara gratis.
Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITS, Prof Dr Ir Adi Soeprijanto MT meminta maaf kepada seluruh sivitas akademika ITS, khususnya bagi wisudawan dan keluarga mereka. Ia menegaskan, tidak ada maksud apa pun dari ITS untuk merugikan suatu pihak tertentu. Adi juga menyadari jika banyak upaya maupun dana yang telah dikeluarkan oleh keluarga wisudawan. “Tetapi kami lebih mementingkan keselamatan dari para wisudawan dan keluarga,” ungkap Adi memberikan klarifikasi, Minggu (15/3).
Status kelulusan bagi calon wisudawan pun juga tidak akan berubah karena ditundanya wisuda ini. Mereka dapat mengambil ijazahnya di kantor Direktorat Pendidikan ITS mulai 16 – 20 Maret mendatang.
Sampai saat ini, Gedung Rektorat ITS dan Graha Sepuluh Nopember ITS telah diberi garis pembatas dan tidak diperbolehkan siapa pun masuk ke dalam. Itu karena ada proses sterilisasi dengan menyemprotkan desinfektan untuk mencegah kemungkinan penyebaran Covid-19 tersebut. Pada dua minggu ke depan, ITS juga akan mulai melakukan pengosongan seluruh gedung kampus dan dilakukan sterilisasi.
ITS juga telah meliburkan segala bentuk kegiatan akademik selama satu minggu, mulai Senin (16/3). Guru Besar Departemen Teknik Elektro ini menyebut berbagai upaya dan kebijakan dilakukan dengan menimbang situasi keamanan dan keselamatan bangsa Indonesia saat ini.
Kegiatan akademik akan dimulai kembali pada 23 Maret, namun dilakukan secara daring. Sedang untuk tenaga kependidikan diminta mengerjakan tugasnya secara daring di rumah sampai tanggal 27 Maret. Sehingga seluruh dosen, tenaga kependidikan (karyawan), dan mahasiswa ITS diminta untuk melakukan karantina mandiri dengan tidak melakukan kontak dengan orang lain di tempat umum dan tempat keramaian.
Sementra itu, Perkuliahan di pasca sarjana Universitas 17 Agustus (Untag) Surabaya Sabtu (14/3) malam dibatalkan akibat kepanikan mahasiswa. Pasalnya salah satu mahasiswa yang baru saja datang dari Batam dalam kondisi demam dan dikhawatirkan terinfeksi Covid-19.
Wakil Rektor 1 Untag, Dr IGN Anom Maruta mengungkapkan akibat kepanikan tersebut perkuliahan terhenti. Dan mahasiswa yang demam tersebut pulang ke Batam. “Agar lebih tenang, perkuliahan kami ganti sistem daring dan kampus kami sterilkan dengan penyemprotan disinfektan, “ujarnya, Minggu (15/3).
Anom menjelaskan pensterilan kampus tak lepas dari banyaknya mahasiswa Untag yang memiliki mobilitas tinggi ke luar daerah bahkan luar pulau. Karena proses sterilisasi bertahap, perkuliahan ditiadakan selama sepekan. “Mahasiswa S2 dan S3 kami banyak yang dari luar Surabaya. Biasanya mereka di Surabaya cuma tiga hari kemudian pulang, makanya kami antisipasi dari pada kecolongan,”ujarnya.
Wakil Rektor 2, Dr Abdul Halik menambahkan pensterilan kampus dilakukan menggunakan karbol sesuai dengan hasil konsultasi dengan Dinas Kesehatan Kota Surabaya. “Meskipun perkuliahan tatap muka ditiadakan tetapi karyawan masih ada. Makanya kami prioritaskan perkantoran steril hari ini, ada 25 ruangan tempat layanan yang beresiko adanya sentuhan dan interaksi dengan masyarakat kami bersihkan,”urainya. [ina]

Tags: