Kasus DBD Turun, Dinkes Lamongan Imbau Masyarakat Jaga Kesehatan

Bambang Susilo.

Lamongan, Bhirawa
Di musim penghujan tahun ini, masyarakat Lamongan tetap diharap menjaga kesehatan dan kebersihan untuk menghindari berbagai penyakit, termasuk Demam Berdarah Dengue (DBD).
Demikian dikatakan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lamongan, Bambang Susilo, pada sejumlah awak media, kemarin.
“Jumlah penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) tahun 2020 menurun sangat drastis dari tahun lalu. Meski begitu masyarakat diharap menjaga kesehatan dan kebersihan” tegas Bambang, Senin (16/3).
Bambang menyebutkan, pada tahun 2019 lalu jumlah penderita DBD di Kabupaten Lamongan mencapai 384 orang, tiga diantaranya meninggal dunia, Sedangkan pada tahun 2020 hingga saat jumlah penderita DBD sebanyak 51 orang.
“Tahun ini, penderita bulan Januari 24 orang dan Februari 27 orang. Jadi total 51 orang. Pasien yang meninggal masih nol,” ujar Bambang yang juga menjelaskan penurunan jumlah penderita DBD tersebut tak lepas dari meningkatnya kesadaran masyaraat untuk menjaga lingkungannya.
Lebih lanjut Bambang menjelaskan, gerakan PSN menjadi cara yang lebih ampuh untuk mencegah wabah DBD, daripada fogging. Untuk itu Bambang mengimbau kepada masyarakat Lamongan untuk rajin melakukan 3M.
Gerakan 3M sendiri adalah menguras atau membersihkan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember dan lain-lain, kemuddian Menutup rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air.
Pihak Dinkes Lamongan juga berharap agar masyarakat yang mengalami tanda-tanda DBD diharap segera memeriksakan diri ke Pukesmas atau pelayanan kesehatan terdekat untuk mengantisipasi keluhan yang lebih parah.
Gejalah atau ciri-ciri serangan nyamuk Aides Aegepty tersebut diantaranya menyebabkan demam tinggi mendadak 2-7 hari, demam bersifat bifasik (seperti pelana kuda) yakni panas akan turun di hari ke-3 atau ke-4 tetapi hari berikutnya naik lagi.
Selain itu ruam pada kulit, nyeri belakang mata, Manifestasi perdarahan yang ditandai dengan Ptekie atau bintik-bintik merah kehitaman pada kulit yang apabila kulit diregangkan warna tetap terlihat, mimisan (epistaksis), muntah darah (hematemesis), serta BAB berdarah biasanya berwarna hitam. [aha]

Tags: