Kekerasan Verbal dalam PKKMB, Unesa akan Lakukan Evaluasi dan Pembinaan Panitia

Salah satu mahasiswa yang dibentak lewat zoom karena tak memakai ikat pinggang.

Surabaya, Bhirawa
Pengenalan Kehidupan Kampus untuk Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menjadi pembicaraan dalam Sosial Media (Medsos)Twitter. Pasalnya, sejumlah panitia pelaksana dari Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) melakukan kekerasan secara verbal pada mahasiswa baru, seperti luapan kemarahan saat tak memperlihatkan ikat pinggang.
Terkait hal itu, Kepala Satuan Kehumasan Unesa, Vinda Maya Setianingrum menjelaskan, jika pihaknya menyayangkan kejadian ini. Pihak Unesa juga mengakui jika ada kesalahan dalam koordinasi pelaksanaan PKKMB di FIP Unesa.
“Kita lakukan koordinasi dengan pihak terkait dan pimpinan. Kami identifikasi seperti apa kronologi video PKKMB FIP. Karena ada tujuh fakultas dan yang viral adalah video dari FIP. Ada empat fakultas melakukan PKKMB secara langsung di Youtube Streaming, sedangkan tiga fakultas melalui Aplikasi Zoom, salah satunya FIP ini,” tuturnya.
Vinda menjelaskan, kejadian sendiri terjadi pada Rabu (9/9) lalu. Namun pembukaan PKKMB sendiri baru dimulai Senin (14/10) yang kemudian menjadi viral di twitter. Unesa sendiri akan melakukan pembinaan kepada mahasiswa terkait sebagai sanksi.
“Itu bagian dari rangkaian PKKMB. Dan kami sepakat sebagai institusi pendidikan, management setuju berkaitan dengan kekerasan dalam bentuk apapun baik dilakukan secara online mupun offline kami sangat menyayangkan. Dan ini akan menjadi evaluasi bagi kami,” tegas Vinda.
Lebih lanjut, Vinda telah berkoordinasi dengan pihak terkait dan dilakukan melalui telpon sejak Senin lalu. Namun, karena berbagai proses dan diluar dugaan menjadi viral, Selasa pagi pihaknya bersama pimpinan akan memanggil panitia terutama komisi disiplin untuk mencari solusi terbaik.
“Hari ini kami akan lakukan koordinasi lagi dengan mahasiswa (panitia) dan Komdis (Komisi Disiplin) untuk melakukan evaluasi. Karena setiap fakultas mempunyai aturan masing – masing. Karena ini permasalahan internel kampus, baik mahasiswa atau Maba kami akan berusaha menyelesaikan masalah secara internal. Kedepan kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” tegas Vinda.
Kegiataan PKKMB sendiri jelas Vinda, merupakan kegiatan tahunan yang wajib diikuti mahasiswa baru untuk menambah wawasan terkait dunia kampus. Selain itu, melalui kegiatan ini para mahasiswa baru agar cepat beradaptasi dalam mensukseskan pembelajaran di lingkup pendidikan tinggi tanpa adanya aksi kekerasan dalam bentuk apapun.
“Karena kini masa pendemi kami lakukan PKKMB secara Streaming Youtube dan melalui Aplikasi Zoom,” pungkas Vinda.
Sebelumnya, video berdurasi 30 detik tentang PKKMB Unesa tahun 2020 diunggah oleh akun twitter @skipberat. Dalam unggahan video ini terlihat Mahasiswi Baru (Maba) dibentak – bentak oleh senior mereka karena tidak memakai ikat pinggang (sabuk).
Maba itu kemudian mencoba memerlihatkan ikat pinggang. Namun si senior berkata tidak melihatnya. ”Ikat pinggang diperlihatkan, ga dibaca tata tertibnya? ujar salah seorang senior perempuan,” dengan nada tinggi. [ina]

Tags: