Kesibukan Boedi Prijo Mengisi Masa-masa Awal Purnatugas

Mantan Kepala Bapenda Jatim Boedi Prijo Soeprajitno mengawali hari-hari purnatugasnya dengan tilik orang tua di Kabupaten Blitar.

Dahulukan Tilik Orangtua, Masih Didoakan Naik Pangkat
Kota Surabaya, Bhirawa
Genap sepekan perjalanan Boedi Prijo Soeprajitno sebagai ASN berakhir, Senin (7/9). Mantan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jatim tersebut kini telah menempuh hidup baru sebagai seorang pensiunan. Bagaimana Boedi Prijo mengisi masa-masa awal purnatugasnya? Ini ceritanya….
Ringan langkah Boedi Prijo meninggalkan kantor Bapenda Jatim pada 1 September lalu. Sebuah video pendek berdurasi sekitar dua menit menggambarkan barisan pegawai instansi pengelola pajak daerah tersebut melepas pemimpinnya dengan penuh hormat. Sampai pada akhir rangkaiannya, Boedi Prijo secara khusus memberikan penghormatan terakhir dengan mengangkat hormat sembari terisak menahan haru.
“Saya terimakasih kepada semuanya, ini adalah penghormatan terakhir saya untuk Bapenda yang sangat saya cintai. Untuk Bapenda,” ucapnya sembari mengangkat hormat di hadapan semua pegawainya.
Memori Boedi masih teringat jelas dengan momen terakhirnya di kantor tersebut. Sebelum akhirnya dia memacu kendaraan meninggalkan semuanya dan masuk ke kehidupan baru di usianya ke 60 tahun. “Tujuan pertama saya adalah tilik orangtua. Kebetulan masih ada ibu yang sekarang usianya sudah 93 tahun dengan kondisi yang masih sehat,” tutur Boedi Prijo.
Saat tilik sang ibu, Boedi mendapat pesan agar selalu mendekatkan diri dengan Allah SWT. Dia pun masih dido’akan agar tetap sehat dan cepat naik pangkat. “Lah pangkat apa lagi. Dari dulu seperti itu do’anya. Maklum, ibu sudah 93 tahun usianya,” tuturnya sembari tertawa kecil.
Dengan berakhirnya karir Boedi sebagai ASN, dia mengaku lebih banyak waktu untuk keluarga. Khususnya untuk lebih sering berkunjung ke rumah ibunya.
Selain itu, Boedi juga menyempatkan diri untuk ziarah ke makam sang bapak. Boedi menceritakan bahwa dia lahir dari seorang veteran pejuang 45 yang dulu ikut bertempur di Surabaya. “Zaman bapak waktu itu perang-perang terus. Kita sekarang tinggal menikmatinya saja buah kemerdekaan itu,” kenang Boedi.
Di masa awal purnatugasnya, Boedi belum terpikir kembali berkarir di bidang lain. Hari-harinya masih akan diisi untuk berkumpul dengan keluarga dan berolahraga. Selebihnya, dia juga ingin merajut kembali silaturahmi dengan teman-temannya. “Kebetulan saya juga diminta untuk jadi penasehat pengurus Taekwondo Jatim. Jadi berusaha untuk tetap bersosialisasi dan maslahat saja,” ujar dia.
Boedi merasa sangat ringan menjalani kehidupan barunya tersebut. Terlebih tugas-tugasnya di akhir jabatan nyaris tertunaikan semua. Khususnya dalam pengembangan inovasi layanan pembayaran pajak. Sepanjang kepemimpinannya di Bapenda, Boedi mengaku hal yang paling penting dalam transformasi layanan ialah pembayaran pajak berbasis online. Dalam transformasi layanan inibterbagi dalam dua tahap. Pertama melalui gerai minimarket yang memanfaatkan Payment Poin Online Bank (PPOB). Selanjutnya, inovasi itu kembali dikembangkan dengan pembayaran melalui marketplace.
“Dua-duanya langsung bisa menerbitkan serat pembayaran pajak yang disahkan menggunakan QR code. Inovasi ini luar biasa karena siapapun dimanapun bisa membayar pajak cukup melalui smartphone yang dimilikinya,” kata Boedi.
Kemudahan layanan pembayaran pajak, kata dia, menjadi salah satu pendorong tingginya kepatuhan masyarakat terhadap pajak. Selain itu, berbagai kebijakan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dalam memberikan stimulus baik pembebasan denda maupun potongan pajak. “Makanya di tengah suasana pandemi Covid-19 ini penerimaan pendapatan Jatim masih tetap baik hingga Gubernur Khofifah mendapat apresiasi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),” tutur dia.
Selain inovasi pembayaran pajak, Boedi juga merasa tenang karena tugasnya untuk menepati target pendapatan daerah dapat terpenuhi dengan baik. Hingga memasuki masa pensiunnya, penerimaan pajak daerah telah mencapai angka 87 persen. Pihaknya yakin, dengan berbagai upaya yang dilakukan Gubernur Khofifah, penerimaan pajak daerah tahun ini akan mampu melebihi target yang diharapkan.
“Kami juga sudah mulai membangun zona integritas di kantor Bapenda Jatim serta mengikuti kompetisi inovasi publik. Semua sudah berjalan dan sekarang tinggal menunggu hasilnya,” pungkas Boedi. [Adit Hananta Utama]

Tags: