Kukuh Protokol Kesehatan

Berbagai cara ditempuh masyarakat dan pemerintah melaksanakan konsekuensi “bebas” dari PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Tetap melaksanakan protokol kesehatan, dengan meng-aman-kan diri (self protect). Diyakini benar, meng-akhiri PSBB bukan berarti wabah pandemi CoViD-19, telah berhenti. Bahkan di sebagian daerah pe-wabah-an virus corona makin membubung. Tetapi penanganan wabah di daerah (kabupaten dan kota) semakin inovatif, metodologis, dan masif.
Inovasi “pengamanan” diri secara komunal (kelompok) juga makin meningkat. Memenuhi protokol physical distancing. Misalnya, pedagang di pasar tradisional di Surabaya telah menggunakan “masker” lapak. Yakni, tirai plastik di sepanjang lapak, mirip kaca pembatas pada kasir di pusat perbelanjaan modern. Begitu pula cara transaksi pembayaran, tidak dilakukan langsung bersentuhan tangan antara pedagang dengan pembeli. Melainkan uang pembayaran (dan pengembalian) disodorkan melalui media wadah nampan.
Pemerintah Kota Surabaya telah mendistribusikan tirai plastik, sekaligus pemasangan secara gratis. Hampir seluruh lapak di seluruh pasar tradisional Surabaya, sudah terpasang tirai pengaman diri. Juga kewajiban setiap lapak menyediakan hand sanitizer. Pemkot juga menggencarkan rapid test sukarela untuk pedagang pasar. Serta menjamin kepatuhan protokol kesehatan dengan penjagaan aparat TNI, Polisi, dan Satpol PP (Pamong Praja).
Pasar tradisional menjadi area strategis ke-ekonomi-an yang wajib dilindungi secara ketat dari pewabahan pandemi CoViD-19. Selama masa wabah, pasar tradisional nyaris tak pernah tutup (buka setiap hari). Sekaligus sebagai wahana kerumunan orang yang paling sulit melaksanakan protokol kesehatan. Maka wajar kini memperoleh kepedulian lebih seksama setelah dianalisis bisa menjadi kluster penyebaran wabah virus corona.
Realitanya, terdapat 214 orang pedagang terjangkit CoViD-19, dan 19 tak tertolong. Pasar tradisional wajib dipersiapkan dengan melaksanakan protokol “new normal” lebih ketat. Menjaga ketenteraman pasar tradisional pada masa pandemi, sesungguhnya mandatory undang-undang. UU Kekarantinaan Kesehatan pada pasal 11 ayat (1) dinyatakan, “Penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan pada Kedaruratan Kesehatan Masyarakat dilaksanakan … dengan mempertimbangkan kedaulatan negara, keamanan, ekonomi, sosial, dan budaya.”
Nyata-nyata secara tekstual diamanatkan mempertimbangkan kedaulatan ekonomi, sosial, dan budaya. Pasar sejak lama ditamsilkan bagai “rumah sosial budaya dan rumah ekonomi.” Sebanyak 13.450 unit pasar tradisional (dengan skala sedang, dan kecil) tersebar di seluruh Indonesia. Menjadi arena nafkah sekitar 12 juta pedagang. Sebagian di bawahkan oleh Perusahaan Daerah (PD) yang dikelola Pemerintah Daerah (Pemda) kabupaten dan kota. Badan Usaha Milik Desa (BUM-Des) juga mendirikan pasar.
Area kerumunan orang menjadi “titik incar” pelaksanaan protokol kesehatan. Walau tingkat penyembuhan PDP (Pasien Dalam Pengawasan) juga makin meningkat. Termasuk dengan “rahasia” penanganan sederhana, pengobatan sesuai gejala (mirip flu). Serta isolasi mandiri, ditambah menu makanan bergizi. Kecuali pasien disertai panyakit kronis lain, diperlukan tindakan kesehatan sesuai gejala.
Penyembuhan PDP telah meningkat. Saat ini juga lebih berpengharapan, karena beberapa penemuan obat CoViD-19. Serta rekomendasi peningkatan daya imunitas melalui tanaman herbal, sebagai kearifan lokal yang mudah, dan murah. Namun segala pengharapan harus bersambung dengan protokol “new normal,” yang lebih menjamin kesehatan lingkungan. Prinsipnya, tiada penyakit tanpa obat penawar. Tiada wabah tanpa akhir.
Maka meng-akhiri PSBB menjadi keniscayaan, dan kebutuhan asasi. Mustahil mengekang masyarakat terus menerus, tanpa akhir yang pasti. Mustahil pula menyandarkan hidup pada bantuan sosial (Bansos). Walau pemerintah (dan daerah) mencanangkan tujuh lapis Bansos. Ke-guyub-an sosial, dan ke-ekonomi-an harus dibangun lagi. Namun wajib pula mematuhi protokol kesehatan berdasar kebiasaan hidup baru. Selalu mengenakan masker, dan jaga jarak antar-orang.
——— 000 ———

Rate this article!
Kukuh Protokol Kesehatan,5 / 5 ( 1votes )
Tags: