Kurikulum Darurat Pandemi Covid-19

foto ilustrasi

Sejak pandemi virus corona positif masuk di Indonesia, dunia pendidikan tidak luput dari dampak penyebarannya. Akibatnya, berbagai kebijakan diambil oleh pemerintah dalam menekan tingkat penyebarannya. Salah satunya, dunia pendidikan tanah air memutuskan untuk melalukan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Namun, PJJ itupun tidak cukup bisa menyelesaikan masalah dalam proses pencapaian pembelajaran. Malah justru, PJJ dinilai oleh sebagian publik membawa pengaruh pada perubahan penerapan jadwal pendidikan yang dirasa cukup merepotkan bagi sebagian orang tua atau wali murid. Hingga akhirnya, PJJ itupun menulai sorotan dan polemik di tengah-tengah publik.

Namun, kini polemik PJJ mulai menemukan jalan terang setelah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menerbitkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 719/P/2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Kurikulum pada Satuan Pendidikan dalam Kondisi Khusus. Melalui keputusan tersebut, satuan pendidikan dalam kondisi khusus dapat menggunakan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran peserta didik.

Keputusan Kemendikbud tersebut, memberikan gambaran bahwa pelaksanaan kurikulum pada kondisi khusus, membuka ruang cela fleksibilitas bagi satuan pendidikan untuk menentukan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran peserta didik. Melalui, satuan pendidikan pada kondisi khusus dalam pelaksanaan pembelajaran dapat dilakukan dengan 3 (tiga) acuan. Pertama, tetap mengacu pada Kurikulum Nasional. Kedua, menggunakan kurikulum darurat. Ketiga, melakukan penyederhanaan kurikulum secara mandiri. Konkretnya, semua jenjang pendidikan pada kondisi khusus dapat memilih dari tiga opsi kurikulum tersebut.

Kesimpulannya, pelaksanaan kurikulum pada Satuan Pendidikan dalam Kondisi Khusus saat ini telah dilakukan pengurangan kompetensi dasar untuk setiap mata pelajaran. Konkretnya, lebih mengkondisikan guru bersama siswa agar dapat berfokus pada kompetensi esensial dan kompetensi prasyarat untuk kelanjutan pembelajaran di tingkat selanjutnya.

Masyud
Pengajar FKIP Universitas Muhammadiyah Malang

Rate this article!
Tags: