Launching Bersama Pembangunan Ekonomi Nasional Melalui KUR di Bondowoso

Saat Wabup Irwan menyampaikan sambutan Bupati Salwa pada giat Launching Program Percepatan Ekonomi Nasional melalui KUR. (Ihsan Kholil/Bhirawa)

Bondowoso, Bhirawa
Kementerian Pertanian RI bersama Pemerintah Kabupaten Bondowoso, Koperasi dan Perbankan, melaunching Pembangunan Ekonomi Nasional melalui KUR (Kredit Usaha Rakyat) dengan menyungsung tema “Membangun Ekonomi Padat Karya di Pedesaan melalui Peternak Domba” yang di selenggarakan di Pendopo Bupati Bondowoso, Selasa (11/8).

Dalam hal ini, Kementan RI melalui Dirjen Sarana dan Prasarana Pertanian, mengkucurkan dana KUR (Kredit Usaha Rakyat), sebesar Rp 500 miliar untuk petani, dalam hal ini juga peternak, di Kabupaten Bondowoso Jawa Timur.

Dalam sambutannya Bupati Bondowoso Salwa Arifin yang diwakili Wabup Irwan Bachtiar Rahmat menyampaikan, bahawa pihaknya menyambut baik pengucuran KUR untuk pertanian di Kabupaten Bondowoso. Guna pembangunan perekonomian daerah yang sedang dilaksanakan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Tujuan tersebut dapat dicapai melalui pengembangan ekonomi daerah,” katanya.

Dengan harapan kata dia, dapat membangun dan mengembangkan potensi ekonomi yang memiliki daya saing tinggi. Diakuinya, bahwa Bondowoso memiliki beberpa potensi unggulan yang cukup potensial untuk dikembangkan.

“Sektor pertanian, sub sektor peternakan dan kredit usaha rakyat bidang peternakan,” jelasnya.

Dipaparkannya, bahwa untuk Kabupaten Bondowoso KUR sudah tersebar di 18 Kecamatan, dengan diluncurkannya KUR khusus peternakan rakyat. Dengan harapan dapat membuka peluang bagi para peternak untuk mengakses permodalan dalam rangka mengembangkan usahanya.

“Bantuan ini juga bisa mendorong terbentuknya klaster-klaster usaha. Diantaranya peternakan yang akan mendukung terwujudnya ketahanan dan kedaulatan pangan nasional,” terangnya.

Dijelaskannya, jika untuk KUR tahun lalu plafonnya Rp. 25 juta, dan untuk tahun ini bertambah mencapai Rp. 50 juta.

“Bagi yang mempunyai kelompok ads kesempatan bagi anggota yang baru yang akan memulai usahanya, tentu saja untuk pinjamnya harus bersama-sama anggota lain. Yang telah minimal 6 bulan mempunyai usaha yang sama,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Pembiayaan Pertanian Kementan RI, Ir. Indah Megawati MP mengatakan, bahwa total KUR sebesar Rp 50 triliun. Setiap provinsi dianggarkan Rp 1 triliun.

“Tapi di Provinsi Jawa Timur, sudah mengucurkan hampir Rp 3 triliun. Kami meningkatkan lagi di Provinsi Jawa Timur sekitar Rp 5 triliun. Untuk Bondowoso ini, saya menginginkan Rp 500 miliar untuk bisa cepat diserap,” katanya.

Menurutnya, Bondowoso dipilih karena kabupaten yang perbatasan dengan Banyuwangi ini adalah merupakan penyangga katahanan pangan nasional ketiga, setelah Sulawesi Selatan dan Kalimantan.

Adapun model pencariannya adalah klasterisasi. Ada offtaker, avalis (penjamin), dan ada asuransinya. “Untuk offtaker kita bekerja sama dengan Koperasi Indonesia Citra Berdikari,” imbuhnya.

Pihaknya hadir ke Bondowoso, untuk mendorong agar penyerapan KUR maksimal. Sesuai dengan yang dicanangkan Presiden RI, Joko Widodo.

“Bondowoso serapan KUR-nya cukup tinggi, dan Jawa Timur tertinggi di Indonesia,” katanya saat dikonfirmasi.

Ia meminta, untuk penggunaan KUR nantinya juga bisa digunakan untuk modernisasi. Misalnya untuk pembelian alat mesin pertanian. Seperti traktor dan sebagainya.

“Saya menginginkan pertanian berbasis industri. Pertanian untuk ekspor. Selama pandemi ini, komoditas pertanian tertinggi PDB-nya. Yakni sekitar 12,9 persen,” paparnya.

Hadir dalam kegiatan ini, Direktur Pembiayaan Pertanian, Ir Indah Megawati, Ketua Koperasi Indonesia Cita Berdikari, Harun Ar Rasyid, M.Si, Wakil Bupati H Irwan Bachtiar Rahmat, Sekda Syaifullah, Kepala OPD terkait, Penyuluh dan puluhan Peternak.

Informasi, kondisi geografis Kabupaten Bondowoso 44,4% terdiri dari pegunungan dan perbukitan, 30,7% berupa wilayah datar dan 24,9% berupa dataran tinggi, menyebabkan potensi yang lebih berkembang adalah pertanian, perkebunan tanaman pangan dan holtikultura.[san]

Tags: