Menaker Ida Fauziyah: ABK Tertipu Calo Akan Lapor Bareskrim Polri

Jakarta, Bhirawa.
Menghindari penipuan, tenaga kerja Indonesia yang mau melamar kerja jadi Anak Buah Kapal (ABK), hendaknya terlebih dahulu mendatangi kantor Disnaker setempat. Atau datang ke Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) di daerahnya. Untuk mengetahui secara detail dan cek kontrak kerja, cek kredibilitas dan legalitas perusahaan yang akan memberangkatkan dirinya.

“Mengingat nasib malang para ABK Indonesia, yang bekerja di kapal ikan Zhouyu 603 dan 605 berbendera China. Mereka memiliki kontrak kerja selama 2 tahun di kapal ikan itu. Yakni sejak 13 Oktober 2019 hingga April 202, nanti,” pesan Menaker Ida Fauziyah ketika menyambut kedatangan para ABK Indonesia di kapal ikan China. yng dipulangkan melalui Republik Korea Selatan dan kini mendarat di Bandara Soekarno Hatta, Jumat (29/5).

Menurut Menaker, penjemputan 9 ABK ini merupakan bentuk dukungan moral dan kepedulian pemerintah, akan nasib pekerja Indonesia. Sebagaimana telah di amanahkan dalam UU nomor 183 tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI). Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah, agar cerita menyedihkn tentang penderitaan dan penindasan pada ABK Indonesia, tidak terulang lagi. Pemerintah juga memperkuat aspek regulasi dan pengawasan.

Kepada ke 9 ABK itu, Ida Fauziyah berpesan: agar memetik pelajaran dan pengalaman, apabila ingin bekerja keluar negeri. Para calon ABK diminta mempelajari secara seksama kontrak kerja, sebelum berangkat. Jangan sampai terulang lagi, jangan sampai kena pengaruh atau iming iming dari Calo. Menaker minta para ABK ini menceritakan pengalaman buruknya pada media sosial. Agar kepahitan ini jadi pelajaran bagi para calon pencari kerja untuk lebih berhati-hati. 

“Saya senang kalau kalian berbagi pengalaman pada teman teman lain, melalui medsos.Kita harus akhiri cerita sedih ini. Kita harus buat cerita gembira, kerja secara prosedur, mengikuti aturan yang dibuat pemerintah. Agar mendapat pekerjaan yang baik dan memperlakukan pekerja sesuai aturan, maka perhatikan kontrak kerja dan kredibilitas serta legalitas perusahaan, pengirim ABK,” nasihat Menaker.

Salah satu ABK bernama Nugi, mengungkap bahwa pekerjaannya tidak sesuai kontrak kerja. Makan tidak layak, penghasilan banyak dipotong, entah potongan apa. Jam kerja juga tidak terbatas, bisa sehari semalam dan tidur hanya 3 jam.

ABK Rohman mengaku berangkat kerja lewat calo, jadi tak ada perlindungan dari Agency. Makan dikapal seadanya, bisa dengan sayur yang sudah busuk, lauknya pakai ikan pakan ikan tangkapan. Minumnya air sulingan air laut. 

Pada dokumen crew salary contract, terdapat berbagai macam potongan. Yaitu uang jaminan dan potongan jaminan, sehingga gaji yang diterima ABK kurang dari gaji yang seharusnya diterima. yakni 300 dolar AS. Uang saku yang dijanjikan sebesar 50 dolar AS juga tidak diberikan.

Kepala Badan Penempatan PMI (BP2MI) Benny Rhamdani (yang menyertai penjemputan ABK di Bandara) mengingatkan Perusahaan Penempatan PMI (P3MI): Agar meningkatkan perlindungan PMI. Menurutnya, BP2MI akan menjadi mimpi buruk bagi perusahaan- perusahaan yang meng-eksploitasi PMI.

“Semua kasus dan pengaduan tentang kekerasan dan eksploitasi ABK, akan kami bikin laporan resmi ke Bareskrim Mabes Polri. Biar hukum tegas bisa benar-benar ditegakkan,” tandas Benny.(ira)

Tags: