PC LP Ma’arif Sidoarjo Minta MWC Majukan Pendidikan

Ketua PC LP Ma’arif NU Sidoarjo sedang memberi pengarahan kepada peserta pelantikan. [achmad suprayogi]

Sidoarjo, Bhirawa
Memasuki ajaran baru 2020/2021 Pimpinan Cabang Lembaga Pendidikan Maarif Nahdlatul Ulama (PC LP Maarif NU) Sidoarjo meminta para Majelis Wakil Cabang NU untuk memajukan pendidikan yang ada di lingkungan LP Ma’arif hingga bisa lebih unggul.
Permintaan tersebut disampaikan Ketua PC LP Maarif NU Sidoarjo Misbahuddin dalam acara pelantikan pengurus LP Maarif MWCNU Jabon, Senin (29/6) kemarin. Ia tegaskan, dengan adanya pelantikan ini LP Ma’arif berharap semua unsur NU untuk memajukan lembaga pendidikan di bawah naungan LP Ma’arif Sidoarjo.
Oleh karena itu, pihaknya akan menerapkan pendidikan melalui Daring (Dalam Jaringan) pada tahun ajaran baru 2020/2021 masa transisi new normal. Model pembelajaran secara online tersebut akan diterapkan pada 13 Juli 2020 dengan sejumlah skenario, diantaranya tanpa tatap muka antar siswa maupun guru.
“Jadi, model pembelajaran tersebut masih disiapkan sejumlah skenarionya, mulai Daring atau PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) ataupun bertemu langsung. Kami terus melakukan koordinasi kepada Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dengan harapan madrasah di lingkungan Ma’arif tetap ada kegiatan off line,”jelasnya.
Makanya, bagi Madrasah di lingkungan kami yang belum mempunyai perangkat komputer dalam model pembelajaran Daring diharapkan mampu mengembangkan pendidikannya di tengah pandemiini. Dari data LP Ma’arif Sidoarjo sendiri hampir 100 persen madrasah kami sudah akan menggunakan model pembelaran Daring.
“Saat ini yang menjadi kendala adalah keberatan dari wali murid, jika kegiatan Daring diadakan secara terus menerus. Sedangkan dari nilai prosentase madrasah di lingkungan kami yang bisa menggunakan model Daring sudah mencapai 80 persen,” terang Misbahuddin.
Sebenarnya kami telah merancang sejak dini dalam menuju regulasi Kemendikbud dan Kemenag di dalam masa transisi new normal.
“Kami akan menerapkan skenario diantaranya dua hari masuk sekolah, sehari di rumah, sehari Daring atau bentuk pembelajaran menggunakan shift pagi dan siang,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua MWCNU Jabon Achmad Chuzaimy mengaku kalau di wilayahnya terdapat 8 Madrasah Ibtidayah. “Saya berharap dengan adanya kepengurusan lembaga Ma’arif di tingkat MWC ini mampu memajukan lembaga pendidikan ke tingkat kabupaten/provinsi bahkan nasional,” harapnya. [ach]

Tags: