Pembangunan Tol Paspro Seksi IV di Kabupaten Probolinggo Dimulai di Dua Titik

Lahan tol di depan SPBU Pajurangan, Kecamatan Gending, menjadi titik dimulainya pembangunan jalan Tol Paspro Seksi IV di wilayah timur.[wiwit agus pribadi/bhirawa]

Kab.Probolinggo, Bhirawa
Pembangunan jalan Tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro) seksi IV di Kabupaten Probolinggo mulai dilakukan. Saat ini, pengerjaan dilakukan sepanjang 12,45 kilometer. Pengerjaan sendiri dimulai dari dua titik. Yaitu, di barat dan timur.

Pengerjaan di barat dimulai di Desa Clarak, Kecamatan Leces. Sementara di timur, pengerjaannya dilakukan mulai di depan SPBU Pajurangan, Kecamatan Gending.

Pantauan Bhirawa, lokasi di depan SPBU Pajurangan ini nantinya akan menjadi exit tol Gending. Di sana, sejumlah alat berat terparkir. Tanah di selatan jalan pantura itu pun mulai dipadatkan. Pagar bertuliskan Waskita yang tidak lain pelaksana teknis proyek juga sudah dipasang.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek Jalan Tol Paspro Priyadi, Minggu (17/10) mengatakan, pengerjaan Tol Paspro seksi IV direncanakan sejauh 12,45 kilometer. Dimulai dari dua titik di Kabupaten Probolinggo.

Yaitu di Leces yang dimulai di Desa Clarak. Selanjutnya, akan melewati Banjarsawah, Tegalmojo, Sumberbulu, Sumberkledung, Sumbersuko, Watuwungkuk, dan Tegalmojo.

Pembangunan juga dimulai dari exit tol Gending. Di sini, konstruksi dimulai di Desa Pajurangan dan diteruskan ke Desa Sumberkerang. Pengerjaan dimulai sekitar sepekan yang lalu.

“Kami targetkan pada September 2022 jalan tol ini sudah terhubung dan dapat beroperasi. Sehingga tahun depan mau ke Surabaya dan ke Banyuwangi sudah bisa lewat exit tol Gending,” lanjutnya.

Tol Paspro seksi IV sendiri akan melalui 21 desa di Kabupaten Probolinggo. Dari 21 desa itu, proses pembebasan lahan di tiga desa masih proses.

Antara lain di Desa Brumbungan Kidul, Kecamatan Maron, masuk proses pembayaran. Di Desa Sebaung, Kecamatan Gending, masih validasi dan revisi anggaran. Lalu, di Desa Pegalangan Kidul, Kecamatan Maron, dalam proses pengumuman.

“Dari 21 desa yang akan dilalui pembangunan jalan tol, 18 desa sudah selesai pembebasan lahannya. Menyisakan tiga desa dan satu di antaranya akan segera dibayar. Yakni, di Desa Brumbungan Kidul,” ujarnya.

Priyadi menyebutkan, jika exit tol Leces-Gending terhubung, maka para pengendara akan lebih cepat melintas. Pihaknya menganalisis pengendara bisa menghemat waktu sampai 15 menit.

“Kendaraan yang melintas di Probolinggo bagian barat (exit tol Leces, Red) dan akan ke timur itu kan terlalu jauh kalau melewati pantai utara. Jadi, jika terhubung maka akan lebih cepat,” tuturnya.

PT Trans Jawa Paspro Jalan Tol (TJPJT) terus meningkatkan standar pelayanan minimal di Tol Pasuruan-Probolinggo untuk memastikan keselamatan dan keamanan pengguna ruas tol yang menjadi akses penting menuju Bromo dan Tengger Semeru itu.

Mulya Setiawan, Direktur Utama TJPJT, mengatakan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan kualitas pelayanan dan pengelolaan melalui pemenuhan standar pelayanan minimal (SPM) di ruas Tol Pasuruan-Probolinggo.

“Kegiatan yang telah kami lakukan di antaranya adalah mengecek kondisi jalan tol untuk memastikan tidak ada endapan dalam drainase, mengganti dan memasang pagar rumija dan reflektor yang hilang atau rusak, serta memperbaiki jalanan yang retak atau berlubang,” katanya.

Mulya menuturkan, peningkatan SPM tersebut akan memberi dampak positif pada perekonomian wilayah sekitar, karena dapat menarik minat pengguna jalan untuk memanfaatkan ruas tol itu.

Selain itu, peningkatan kualitas SPM juga diharapkan mampu menjaga tingkat pengembalian investasi para pemegang saham. “Keberadaan ruas tol Pasuruan-Probolinggo ini dapat meningkatkan potensi masuknya investasi baru, baik pada sektor pariwisata maupun industri,” tandasnya.

Ruas tol Pasuruan-Probolinggo sendiri berperan cukup penting dalam pemerataan ekonomi hingga ke daerah, khususnya di wilayah Jawa Timur, baik untuk pariwisata maupun industri lainnya.

Jalan tol itu juga merupakan akses penting menuju area pariwisata nasional, seperti Bromo dan Tengger Semeru, serta meningkatkan minat investasi khususnya di wilayah Kabupaten Probolinggo. Seperti diketahui, ruas tol Pasuruan-Probolinggo yang dikelola oleh TJPJT merupakan bagian dari ruas tol Trans-Jawa dengan panjang 43,75 kilometer. Saat ini, ruas tol Pasuruan-Probolinggo Seksi I-III (IC Grati-IC Probolinggo Timur) telah beroperasi sepanjang 31,30 kilometer, sedangkan Seksi IV (Probolinggo Timur-Gending) sedang dalam tahap pengerjaan, tambahnya.(Wap)

Tags: