Pemkab Blitar Telusuri Kelangkaan Pupuk

clekit-nov2508Kab Blitar, Bhirawa
Pemkab Blitar saat ini tengah menelusuri kelangkaan pupuk yang dikeluhkan petani di Kecamatan Srengat. Upaya ini dilakukan untuk mengetahui kondisi dilapangan terutama dampak bagi para petani.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Blitar, Eko Prio Utomo mengatakan akan mengecek kelapangan terkait dengan kelangkaan yang di sampaikan para petani Srengat. “Jika benar terjadi kelangkaan akan ditelusuri penyebabnya sehingga bisa diambil kebijakaan,” ujar Eko Prio Utomo, Senin (16/6).
Lanjut Eko Prio Utomo, sesuai dengan perencanaan di Kabupaten Blitar seharusnya tidak ada kelangkaan, karena setiap bulan sudah dialokasikan kebutuhan pupuk masing-maisng Kecamatan.
“Idealnya semua terpenuhi, sebab peredaran dan kebutuhan pupuk di Kabupaten blitar sudah sesuai dengan rencana kebutuhan para petani. Namun akan kami telusuri persoalan ini,” terangnya lagi.
Berdasarkan data dari Dinas Pertanian Kabupaten Blitar, pada tahun 2014 ini Kabupaten Blitar mendapatkan kuota pupuk urea sebanyak 26.900 ton, SP 36 sebanyak 3.018 ton, ZA sebanyak 23.387 ton, NPK sebanyak 21.214 ton dan pupuk organik mencapai 12.822 ton.
Sementara itu, salah satu petani asal Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar, Toha mengaku susah mencari pupuk, terutama jenis pupuk ZA Urea dan Ponska dinilai sangat susah di dapatkan di wilayah Kecamatan Srengat.
“Kelangkaan pupuk yang sudah terjadi 2 bulan ini, hal ini juga dialami sejumlah petani lainnya yang sangat membutuhkan pupuk justru tidak ada di penjual baik pengecer maupun agen,” kata¬† Toha.
Bahkan untuk memenuhi kebutuhannya, terpaksa para petani di Kecamtan Srengat harus mencari dari Pupuk diluar daerah Srengat seperti di Kecamatan Wonodadi, Ponggok bahkan ke luar daerah Kabupaten Blitar seprti di Kediri.¬† “Kami berharap agar kelangkaan pupuk ini bisa segera diatasi agar petani tidak kesulitan mencari pupuk,” ujarnya. [htn]

Tags: