Pemkab Mojokerto Meraih Kabupaten Peduli HAM

Wabup Mojokerto Pungkasiadi menunjukkan penghargaan Kab Peduli HAM dari Kemenkum HAM RI.

 (Peringatan Hari HAM Sedunia ke-70 Tahun 2018) 

Kab Mojokerto, Bhirawa
Memperingati Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia ke-70 tahun 2018, dan Penganugerahan Kabupaten/Kota Peduli HAM serta Pelayanan Publik Berbasi HAM, Kementrian Hukum dan HAM Repbulik Indonesia, memberi anugerah pada Kab Mojokerto sebagai Kabupaten Peduli HAM di Provinsi Jatim. Anugerah ini diterimakan kepada Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi, Selasa (11/12), di Lapangan Upacara Kementrian Hukum dan HAM, Jakarta Selatan.
Menurut Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi, Kab Mojokerto telah memenuhi parameter yang dibutuhkan dalam penentuan predikat Kabupaten Peduli HAM. Sehingga Wakil Bupati berharap semoga ke depan, raihan ini menjadi akselerator bagi daerah untuk bekerja lebih baik.
”Kab Mojokerto berhasil memenuhi parameter yang dibutuhkan. Terimakasih kepada seluruh elemen masyarakat Kab Mojokerto, OPD terkait dan semua dukungan yang diberikan. Penghargaan ini akan menjadi akselerator bagi kita untuk bekerja lebih baik ke depannya,” kata Wabup Pungkasiadi.
Parameter penilaian atas predikat Kabupaten Peduli HAM yang diterima Kab Mojokerto, terdiri atas beberapa kelompok. Yakni hak atas kesehatan sebesar 75,52, hak atas pendidikan 98, hak perempuan dan anak 73,27, hak atas kependudukan 53,27, hak atas pekerjaan 42,27, hak atas perumahan 39,04, hak atas lingkungan berkelanjutan 58,27, serta implementasi aksi HAM dengan nilai total keseluruhan 75,31.

Wabup Pungkasiadi didampingi Kepala Bakesbangpol dan Kabag Hukum dalam penerimaan penghargaan Peduli HAM.

Konsep HAM pada hakikatnya berasal dari dunia Barat. Sejarah perkembangan HAM ditandai dengan tiga peristiwa penting yakni Magna Charta (tahun 1.215) yang merupakan piagam kesepakatan antara para bangsawan dengan Raja John di Inggris.

Kedua, Revolusi Amerika yang merupakan peristiwa perjuangan rakyat Amerika Serikat dalam melawan Inggris sebagai penjajah. Hasil dari peristiwa ini adalah Declaration of Independence dan Amerika Serikat merdeka pada 4 Juli 1.776.
Ketiga, Revolusi Perancis (1.789) merupakan peristiwa pemberontakan rakyat Perancis terhadap rajanya sendiri, karena dianggap telah bertindak absolut dan sewenang-wenang. Peristiwa ini menghasilkan Pernyataan Hak-hak Manusia dan Warga Negara yang memuat tentang hak kebebasan, kesamaan, dan persaudaraan. HAM mencakup berbagai bidang dalam kehidupan manusia dan bukan hanya milik negara-negara Barat. HAM bersifat universal dan telah diakui secara internasional. [adv.kar]

Tags: