Pemkab Probolinggo Siapkan Rumah Susun Khusus Nelayan dan ASN

Dilokasi ini 3 blok Rusun untuk ASN kabupaten Probolinggo.

Kab Probolinggo, Bhirawa
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo berencana membangun rumah susun khusus (Rusus) bagi nelayan dan Aparatur Sipil negara(ASN).
PPembangaunan Rusus bagi nelayan direncanakan berlokasi di Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan. Pembangunan Rusus ini dianggap mampu mengentas kekumuhan kawasan nelayan.
Selain itu juga dipersiapkan untuk para ASN (Aparatur Sipil Negara) yang hingga saat ini belum memiliki rumah.
Rencana pembangunan Rusus ini diungkapkan Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kabupaten Probolinggo (Disperkim), Donny Adianto, Senin (10/12).
Menurut Donny, rencana tersebut salah satu upaya kita untuk meningkatkan taraf kesehatan masyarakat, dengan cara menetralisir kawasan kumuh. Utamanya di perkampungan nelayan, dan ASN,” ujarnya.
Rusus nelayan, direncanakan akan dibangun dalam satu blok, dengan kapasitas sebanyak 150 unit. Pemkab tidak perlu melakukan pembebasan lahan baru, karena akan memanfaatkan tanah eks bengkok Kelurahan Patokan, yang lokasinya berdekatan dengan Desa Kalibuntu. Dengan begitu, anggarannya tidak terlalu besar selain pelaksanaannya juga menjadi lebih cepat.
“Kami pilih lahan di perbatasan Patokan dan Kalibuntu, mempertimbangkan aspek sosialnya. Nelayan yang nantinya pindah dan menempati rusus, tidak mereka terasing dari keluarga. Sebab jaraknya cukup dekat dengan pemukiman lama. Saya yakin, rusus ini akan diminati oleh mereka,” katanya.
Rencana itu sudah dikomunikasikan dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Pihak kementerian menyambut baik rencana pembangunan rusun bagi nelayan tersebut. “Beberapa waktu lalu kami sudah dapat fax dari kementerian dan mengecek lokasi. Mudah-mudahan disetujui dan segera dibangun,” jelasnya.
Lebih lanjut dikatakannya, selain menyiapkan rumah susun khusus (Rusus) nelayan, Pemkab Probolinggo juga punya rencana membangun rumah susun (Rusun) bagi aparatur sipil Negara (ASN). Upaya ini disebut sebagai pemerataan, terutama bagi ASN yang belum miliki rumah.
Rencananya Pemkab akan membangun Rusun khusus ASN di Kelurahan Semampir, Kecamatan Kraksaan. Lokasinya memanfaatkan 3 petak eks tanah bengkok di belakang pom Semampir. Rusun itu akan dibangun dalam 3 blok dengan kapasitas per blok sekitar 150 unit. Peruntukannya yakni 2 blok untuk ASN yang sudah berkeluarga dan 1 blok untuk ASN yang belum berkeluarga.
“Jadi tak hanya kebutuhan masyarakat akan rumah yang diperhatikan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo. Pemkab juga memperhatikan nasib ASN yang belum mempunyai rumah, khususnya golongan 1,” paparnya.
Dimana rencana pembangunan Rusun ASN itu, sebagai dampak dari perpindahan pusat pemerintahan Kabupaten Probolinggo dari Dringu ke Kraksaan. Dimana mobilitas Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sebelumnya terkonsentrasi di Kecamatan Dringu, kini ikut berpindah. Bagi ASN yang berdomisili di sekitar Kecamatan Dringu atau Kota Probolinggo, maka hal itu menjadi persoalan tersendiri. Karena jarak tempuhnya lebih dari 20 kilometer dengan tingkat kepadatan arus lalulintas yang sangat tinggi.
“Rencana itu berdasarkan kajian yang mendalam. Dengan jarak yang lumayan jauh dan kepadatan arus lalulintas yang tinggi, tentunya sangat riskan bagi keselamatan mereka. Karena itu, kami mengusulkan kepada kementerian untuk membiayai pembangunan rusun ASN. Selain aspek keselamatan, aspek efiseinsi juga didapat,” terangnya.
Dalam pengelolaan Rusun ASN, Pemkab punya 2 opsi. Pertama membentuk Unit Pengelola Teknis Daerah (UPTD) yang berada di bawah Disperkim. Opsi kedua yaitu menyerahkan pengelolaan Rusun ASN ke Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Rengganis.
“ASN itu bisa menempatinya dengan sistem sewa. Nah untuk itu kami kaji opsi terbaiknya, apakah melalui UPTD atau diserahkan ke BUMD Rengganis. Karena kalau lewat kami langsung, kan tidak boleh. Sehingga nantinya jelas berapa PAD yang akan masuk ke Pemkab,” tambahnya.(Wap)

Tags: