Maskapai Penerbangan Garuda Tinjau Lapter Notohadinegoro

Taufik, Station Manager PT Garuda Indonesia wilayah Surabaya, saat survey bandara Notoadinegoro Jember

Taufik, Station Manager PT Garuda Indonesia wilayah Surabaya, saat survey bandara Notoadinegoro Jember

(Persiapan Uji Coba Jember-Surabaya)
Jember, Bhirawa
Rencana beroperasinya lapangan terbang (lapter) Notohadinegoro Jember, menjadi angin segar bagi masyarakat Jember. Pasalnya, keberadaan lapter notohadinegoro yang sudah lama tidak beoperasi, akan menjadi salah satu alternatif terbaik untuk mempermudah transportasi bagi para pebisnis dan investor datang ke Jember. Sudah bisa dipastikan banyak kalangan, jika bandara beroperasional, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Jember akan semakin pesat.
Kepastian ini dibuktikan dengan hadirnya Tim Garuda Indonesia untuk  melakukan survey ke lokasi bandara, Senin (17/3) lalu. Mereka melakukan pengecekan kondisi Bandara Notohadinegoro di Desa Wirowongso, Kecamatan Ajung, Jember terkait dengan rencana dibukanya rute penerbangan Jember- Surabaya.
Tim dari Garuda Indonesia tiba di Bandara Notohadinegoro sekira pukul 10.30 siang, dan disambut Bupati Jember, MZA Djalal beserta pejabat pemkab setempat. Tim kemudian langsung meninjau kondisi lapangan terbang dan mengelilinginya.
Mereka dengan detail melakukan pengecekan mulai dari fasilitas dan landasan tidak luput dari pantauannya. Dari hasil survey, ada beberapa catatan yang harus segera dibenahi, oleh Pemkab Jember utamanya soal safety “Setelah kami cek semuanya, masih perlu ada penambahan fasilitas. Kita yang perlu pengamanan pagar, karena itu berkaitan safety,” jelas Taufik, Station Manager PT Garuda Indonesia wilayah Surabaya. Selain menambah fasilitas yang berkaitan safety, Tim juga menemukan  masih adanya lubang di runway sehingga diperlukan penebalan.
“Kami juga temukan ada lubang di landasan sehingga perlu overlay (penebalan), karena hal itu untuk menambah daya tahan runway sendiri, dan performance bandara ini,” kata Taufik menambahkan.
Direncanakan, pada 1 April 2014 mendatang, bersamaan dengan pembukaan rute penerbangan dari Banyuwangi- Surabaya, PT Garuda Indonesia juga akan mencoba lapangan terbang Notohadinegoro.
“Sebetulnya kita punya agenda, tanggal 1 April kalau semuanya bisa dilaksanakan, kita bisa operasi berbarengan dengan Pembukaan Banyuwangi. Rencana nanti kita terbang dari Denpasar- Banyuwangi- Surabaya. Dari Surabaya nanti ke sini (Jember). Tetapi kita akan lihat sejauh mana kesiapannya di sini, apakah semua kekurangan sudah dipenuhi apa belum,” katanya.
Sementara, Bupati Jember, MZA Djalal, mengatakan, di tahun 2014 Pemkab Jember sudah menganggarkan dana sebesar Rp 20 miliar untuk menyempurnakan seluruh fasilitas di lapangan terbang Notohadinegoro. Namun untuk mewujudkan harapan PT. Garuda Indonesia, dibutuhkan waktu untuk memprosesnya.
“Sudah kita anggarkan, baik untuk pemagaran maupun untuk penyempurnaan runway, termasuk untuk apron sudah kita tambahi, baik kapasitas maupun luasannya. Namun itu semua masih membutuhkan proses administrasi untuk realisasinya,” kata dia.
Berdasarkan informasi, PT Garuda Indonesia akan membuka penerbangan rute Banyuwangi-Surabaya pergi pulang dan Jember-Surabaya (PP) pada awal April 2014, rute pendek itu akan dilayani pesawat “sub-brand Explore” jenis ATR 72-600 buatan Prancis.
Sebelumnya, Pemkab Jember sudah menambah panjang runway dari 1200 meter menjadi 1500 meter, dan tahun 2014 ini Pemkab akan menambah fasilitas bandara yang menjadi catatan PT. Gartuda Indoensia. [efi*]

Tags: