PHE WMO Bantu Evakuasi Korban Kebakaran KMP Gerbang Samudra 1

Surabaya, Bhirawa
PT Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO) FSO telah memberikan dukungan dalam upaya evakuasi para korban kebakaran Kapal Motor Penumpang (KMP) Gerbang Samudra 1, yang terjadi beberapa hari lalu pada Minggu (2/12) dini hari.
Adapun dukungan yang diberikan melalui kapal CB Pan Marine 11 yang melihat pertama kali saat KMP Gerbang Samudra 1 terbakar di tengah laut, tepatnya pukul 00.50. Kapal yang berfungsi sebagai pengantar crew PHE WMO, sedang dalam perjalanan mengantar crew yang bertugas di anjungan lepas pantai (Platform) PHE 38/MOPU BOSS ONE.
“Di kegelapan malam, CB Pan Marine 11 melihat secara visual di udara dua (2) kali parachute Signal. Sesuai prosedure, karena itu mereka melapor dan miminta izin untuk menuju lokasi pancaran signal marabahaya tersebut,” ungkap General Manager PHE WMO, Kuncoro Kukuh, Selasa (4/12).
Kuncoro Kukuh menambahkan CB Pan Marine 11 punya kewajiban membantu jika ada kapal lain yang berada dalam marabahaya. Saat bersamaan diterima Mayday Mayday Mayday dari VHF ch 16 (Channel Khusus Marabahaya), Menginformasikan nama kapal KMP Gerbang Samudra-1 dalam kondisi sudah terbakar.
“CB.Pan Marine 11 melapor dan meminta izin ke FSO Pertamina Aberkah dan di terima oleh petugas Radio Operator (Bapak Susanto), serta meneruskan ke Marine Supt. on duty. Saat itu juga Marine Supt. on duty (Capt. Hari Adi Sucipto) memberi perintah CB. Pan Marine 11 langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan pertolongan dan evakuasi jika diperlukan,” terangnya.
Dalam perjalanan melakukan penyelamatan itu, CB Pan Marine 11 yang terdiri dari 8 kru melaporkan posisi kapal yang terbakar itu berada sekitar+/- 4.5 NM dari lokasi PHE-23 atau area Mopu BossOne. Karena relatif dekat dengan fasilitas produksi PHE WMO, Radio Operator menghubungi petugas yang ada di Mopu Boss 1 agar ikut memonitor pergerakan kapal yang terlihat terbakar itu. Tujuannya, memastikan jangan sampai kapal yang terbakar dan sedang terombang-ambing di tengah laut itu membahayakan fasilitas produksi PHE WMO.
Begitu mendekati ke lokasi terlihat puluhan penumpang KMP Gerbang Samudra sudah terjun ke laut, berenang lengkap dengan live jacket. Para penumpang yang sedang panik itu dengan penuh semangat berenang mendekati Kapal CB Pan Marine 11. “Radio Operator melapor ke Kepanduan Karang Jamuang status penumpang yang terselamatkan sudah sekitar 90 persen. Sebagian lagi masih ada di atas kapal karena takut berenang,” ujar Koncoro Kukuh.
Mengetahui masih ada penumpang yang bertahan di atas kapal yang sedang terbakar, petugas Kapal CB Pan Marine 11 mendekat area yang aman dari KMP Gerbang Samudra. Akhirnya dengan perhitungan yang matang, termasuk memastikan keselamatan Kapal CB Pan Marine 11, kapal itu bisa menempel KMP Gerbang Samudra-1. “Penumpang langsung menyeberang. Sehingga semua bisa diselamatkan. Setelah itu CB Pan Marine 11 Melanjutkan pencarian korban yang belum ditemukan termasuk Nahkoda Kapal dan 2 Kadet Wanita,” jelasnya. [riq]

Tags: