Pilwali Surabaya Semakin Dekat, Ning Lia Panen Dukungan ?

Bacawali Lia Istifhama terus melakukan pendekatan dengan sejumlah tokoh termasuk dari kalangan pengusaha.

Surabaya, Bhirawa
Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Surabaya 2020 semakin dekat. Salah satu bakal calon wali kota (bacawali) yang terus bergeliat mencari celah dukungan adalah Lia Istifhama. Keponakan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa ini mengaku mendapat sinyak baik, salah satunya dari para pengusaha ternama di Indonesia, H M Jos Soetomo.
Dalam sebuah pelantikan Yayasan Jati Diri Bangsa di Royal Senyiour, Prigen, Pasuruan, Abah Yos memperkenalkan Ning Lia dihadapan tamu undangan. Dia juga mendoakan agar Ning Lia bisa menjadi wali kota Surabaya.
“Disini ada Lia Istifhama, calon wali kota kita, untuk Surabaya. Saya tidak kampanye, tapi saya mendoakan Lia menjadi wali kota Surabaya,” ujar Abah Yos, dengan lantang yang diikuti gemuruh para hadirin di tengah acara beberapa waktu lalu.
Sinyal positif dari kalangan pengusaha ini bukan yang pertama bagi Ning Lia. Ning Lia selama ini juga telah menjalin komunikasi yang baik dengan para bos ritel, Sabar Santoso, Owner Bersatu Sukses Group yang dikenal dengan Bess Mansion-nya. Sebelumnya, Ning Lia juga sempat viral setelah pertemuannya dengan Alim Satria diacara ulang tahun Khe Tat atau Pujiono di Vasa Hotel.
Menanggapi sinyal-sinyal positif dari kalangan pengusaha ini, Ning Lia mengaku tidak tinggi hati dan tidak mau mengklaim bahwa pengusaha-pengusaha itu telah memberikan dukungan. “Abah Yos adalah atasan saya ketika saya bekerja di Chenghoo pada tahun 2009-2010. Beliau bagi saya sangat mirip dengan ayah saya (KH Masjkur Hasjim, red). Jadi wajar jika saya sangat menghormati beliau, bahkan saya anggap lebih dari sekadar mantan atasan, tapi sebagai bapak guru saya,” ujar Ning Lia.
Terkati doa Abah Yos kepadanya, Ning Lia mengatakan, hal itu wajar dan tidak mau mengklaim karena Abah Yos saat memperkenalkan dirinya menegaskan bukan kampanye. “Saat Lebaran 2018 lalu, kami bertemu di kediaman Ibu Gubernur. Saat itu beliau berpesan, kamu kelak ketika naik derajat jangan pernah mendongakkan kepala. Tapi harus tetap menundukkan kepala,” ujar Ning Lia menirukan ucapan Abah Yos.
Menurut Ning Lia, dirinya selalu bergetar saat mengingat pesan tersebut karena disampaikan dengan sungguh-sungguh. “Insya Allah pesan tersebut tidak akan saya ingkari. Saya akan tetap istiqomah menjaga pesan beliau.,” katanya.
Lebih jauh, Ning Lia mengatakan, dari awal munculnya nama dirinya di bursa wali kota Surabaya murni dari dorongan para relawan. Ning Lia juga bersyukur karena dirinya tidak pernah mencatut nama orang lain alias klaim sebagai orang dekat untuk mengantongi restu.
“Alhamdulillah, fakta sejati, pasti akan terlihat. Dan saya yakin 2020 adalah waktunya pemimpin yang opo onoe berkibar karena dukungan grass root, bukan menunggangi tokoh-tokoh elit lantas asik main klaim,” ungkap pengurus Fatayat NU Jatim ini.
Mengenai rumor kesiapan ‘isi tas’ yang mencapai ratusan milliar, Ning Lia tidak mau ambil pusing hal itu. “Saya menikmati proses ini, bersapa dengan banyak orang, bersilaturahmi, bertaaruf dan menggali potensi diri selama proses. Itu jauh lebih menarik ketimbang mikir ratusan milliar. Toh buktinya Alhamdulillah saya masih rutin turba setiap hari. Titik edhang istilah Suroboane. Alias dikit-dikit pokoe mlaku sak onoe. Jadi urusan isi tas untuk lain-lain, ya pikir keri. Optimis ada jalan,” pungkasnya. [iib]

Tags: