PMI Jatim Sebut Dolly Sumber HIV/AIDS

6-FOTO KAKI efi-imam utomo IMG-20140619-00061Jember, Bhirawa
Seiring masih ditemukan darah hasil donor yang tercemar virus HIV/AIDS, Palang Merah Indonesia (PMI) Jatim mendukung penuh penutupan Lokalisasi Dolly seperti yang dilakukan Walikota Surabaya Tri Rismaharini. beberapa hari lalu. Pasalnya Lokalisasi terbesar se Asia Tenggara ini ditengarai salah satu sumber penyebaran virus HIV/AIDS di Jawa Timur.
“Lokalisasi Dolly merupakan salah satu tempat penyebaran virus HIV/AIDS terbesar di Surabaya dan sudah wajar kalau ditutup,” ujar Ketua PMI Jawa Timur usai¬† pembukaan Jumpa Bhakti Gembira (Jumbara) PMR se-Jawa Timur di Jember, Kamis (19/6).
Imam utomo tidak menyebutkan berapa persen darah di PMI yang tercemar virus HIV/AIDS. Namun dari sekian donor darah yang dilakukan, masih ditemukan adanya darah yang tercemar virus tersebut. “Prosentasenya sedikit sekali. Tapi masih ada yang tercemar,” tambah mantan Gubernur Jawa Timur ini menjelaskan.
Meski Lokalisasi Dolly telah ditutup, Imam berharap PMI di masing-masing daerah tetap hati-hati sehingga tak ada lagi darah yang tercemar dan masyarakat bisa merasa aman akan keberadaan darah di PMI.”Kami ingin PMI di daerah memiliki peralatan yang bagus untuk mendeteksi darah hasil donor yang tercemar. Sehingga masyarakat merasa aman tentang keberadaan darah di PMI,” terangnya.
Menurut mantan Pangdam V Brawijaya, upaya memiliki peralatan yang modern bagi PMI daerah tergantung Bupati dan Walikota masing-masing. “Kami berharap semua bupati dan walikota menyediakan peralatan yang pas untuk itu. Dengan perlatan yang bagus, kondisi dari yang sudah tercemar HIV atau yang tidak, akan terdeteksi secara cepat,” tambahnya pula.
1360 Peserta Ikuti Jumbara
Sementara itu, 1360 peserta terdiri dari 38 kontingen relawan Palang Merah Remaja (PMR) Kab/Kota Jawa Timur mengikuti Jumbara yang bertemakan ‘The youth volunteer on the move’¬† yang digelar 19-23 Juni mendatang.
“Kegiatan ini diadakan untuk mengevaluasi kegiatan PMR selama 5 tahun bagi PMI Kab/Kota Jatim. Selain itu Jumbara juga merupakan ajang pembinaan sekaligus pertemuan antar PMR untuk mengasah keterampilan dan pengalaman,” ungkap Wakil Ketua PMI Jawa Timur-H. Soebagyo, SW.
Ia menambahkan, Jumbara tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya bahkan jumlah peserta mengalami kenaikkan yang luar biasa dibandingkan dengan tahun lalu, ini menunjukkan peran serta PMI Kab/Kota semakin membaik.
Selain itu kegiatan ini juga untuk meningkatkan karakter kepalangmerahan serta peran anggota PMR dalam penerapan Tri Bakti PMR dan sebagai pendidik sebaya, melalui pendekatan keterampilan hidup. Juga memberikan wadah bagi PMR untuk belajar menjalankan perannya sebagai pendukung sebaya, model sebaya dan pendidik sebaya serta mengarahkan peserta untuk mampu mengaplikasikan prinsip dasar gerakan dalam kehidupan sehari-hari. “Pada dasarnya SDM relawan disiapkan untuk tanggap terhadap segala kejadian baik berupa bencana maupun musibah,” ujarnya.
Jumbara sendiri sebenarnya bukan sebagai ajang lomba melainkan sebagai ajang membuktikan pengetahuan, wawasan serta berbagi pengalaman yang telah didapat selamat terlibat langsung dengan PMI. “Jadi nantinya bagi peserta terbaik tidak akan mendapatkan predikat sebagai juara melainkan hanya ada predikat peringkat saja dari peringkat 1 sampai 3,” jelasnya.
Apresiasi juga diberikan kepada Pemda Jember karena sudah menyiapkan segala keperluan kegiatan PMI selama berlangsungnya kegiatan ini. “Kami sangat berterima kasih kepada Pemkab Jember atas kesediaanya sebagai tuan rumah sekaligus memperlancar kegiatan ini. Dan juga terima kasih karena sudah mengadakan acara Welcome Party yang merupakan acara pertama kalinya digelar dalam kegiatan ini karena di tahun sebelumnya belum pernah digelar acara tersebut,” tuturnya. [efi]

Rate this article!
Tags: