Polres Lamongan Tangkap Tujuh Tersangka Pengedar, dan Pemakai Sabu Narkoba

Kapolres Lamongan AKBP Harun saat gelar perkara di Mapolres Lamongan didampingi Kasatresnarkoba IPTU Akhmad Khusen .(Alimun Hakim/Bhirawa).

Lamongan,Bhirawa 
Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Lamongan mengungkap kasus Narkoba dalam operasinya. Ada 7 tersangka pengedar sabu-sabu dan pil koplo jenis double L sudah diringkus pihak kepolisian. Saat gelar perkara,Kapolres Lamongan AKBP Harun  mengatakan, Pengungkapan tersangka 7 kasus optumpas Narkoba Semeru 2020 . Selama dua minggu kita lakukan.

Diantara tersangka tersebut antara lain berinisial RW warga Dusun  Tanjung Kecamatan Lamongan,  ME warga Kecamatan Tembelang Jombang,  WLA dan MDI warga  Lingkungan Semangu Keluran  Blimbing Kecamatan Paciran Lamongan” kata AKBP Harun, pada sejumlah awak media, Senin, (7/9) siang.

Selain itu, lanjut Harun, panggilan AKBP Harun, tersangka lainya adalah berinisial IDW warga Lingkungan Semangu Kelurahan Blimbing Kecamatan Paciran Lamongan, AGR warga Karangtawar Kecamatan Laren dan AH warga Kandangsemangkon Kecamatan Paciran.

“Tersangka AH merupakan residivis,  ia baru saja keluar dari tahanan karena terjerat kasus ganja. Dan baru saja kita tangkap lagi dalam kasus peredaran sabu-sabu” ungkap Harun.

Saat ditangkap petugas  Satreskoba, barang bukti yang berhasil diamankan dari tangan AH sebanyak 44,36 gram sabu, dan sejumlah uang diduga merupakan hasil penjualan sabu.

“Tertangkapnya AH ini atas informasi masyarakat yang menyebutkan adanya peredaran sabu-sabu di tengah masyarakat Lamongan. Kemudian kita lakukan penyelidikan, hasilnnya kita berhasil mengamankan barang bukti sebanyak 44,36 gram sabu dari tangan AH serta mengiring AH ke Satrekoba untuk dilakukan proses hukum” terang Harun.

Di hadapan petugas AH mengaku barang haram tersebut didapat dari Maduran dan  diedarkan atau dijual di wilayah Lamongan.

Secara keseluruhan dari 7 tersangka pengedar sabu-sabu dan pil koplo jenis double L yang berhasil diungkap  itu, Satreskoba berhasil menyita barang bukti berupa sabu-sabu sebanyak 59, 15 gram dan  40 butir pil double L.

“Tersangka pengedar sabu terancam hukuman minimal 4 tahun dan  maksimal 12 tahun kurangan penjara, mereka Undang-Undang RI Nomer 35Tahun 2009 Tentang Larang Peredaran Norkatika” tegas Koplres AKBP Harun.

Selain mengembangkan kasus dugaan peredaran sabu dan pil koplo tersebut, Kapokres berharap, agar masyarakat menjauhi narkoba dan turut serta membantu petugas untuk menumpas peredaran narkoba. [aha/yit]

Tags: