Ratusan Guru Ngaji di Sumenep Deklarasi Kemenangan Pasangan Fauzi-Nyai Eva

Sejumlah kiai dan guru ngaji di empat desa di Pragaan saat menggelar khotmil quran, istigasah deklarasi dukungan kepada Fauzi-Nyai Eva.

Sumenep, Bhirawa
Sedikitnya 120 guru ngaji dan kiai khos di empat desa di Kecamatan Pragaan, Sumenep mendeklarasikan pasangan Ach. Fauzi-Nyai Dewi Khalifah. Sebelum deklarasi, para guru ngaji dari berbagai dusun dan lembaga musala itu menggelar khotmil Quran dan istigasah. Kemudian dilanjutkan dengan doa bersama untuk kemenangan pasangan Fauzi-Nyai Eva tersebut.

Khotmil Quran dan deklarasi pertama di Desa Sendang, sekitar jam 08.00 WIB. Sebanyak 30 kiai dan guru ngaji menggelar khotmil quran dan istigasah di Masjid Al-Hikmah desa setempat. Kemudian kegiatan serupa juga digelar di Desa Sentol Laok pada jam 10.00 WIB. Bertempat di Musala desa setempat, puluhan guru ngaji juga menggelar khotmil quran dan istigasah. Setelah itu deklarasi bersama. Tak hanya di dua desa, kegiatan ini juga dilakukan kiai dan guru ngaji di Desa Pekamban Daya. Bertempat di salah satu musala tokoh setempat, para kiai dan guru ngaji mendeklarasikan Fauzi-Nyai Eva dengan sakral dan penuh semangat.

Tak hanya sampai di situ, para guru ngaji di di Desa Aeng Panas juga kompak mendeklarasikan paslon nasionalis-religius ini. Bertempat di salah satu rumah tokoh, khotmil quran dan istigasah untuk Fauzi-Nyai Eva dimulai pada jam 15.00 WIB.

Salah satu kiai sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Al-A’dhami Desa Sendang, Kiai Haqiquddin menyatakan para kiai khos dan guru ngaji mendukung penuh pasangan Ach. Fauzi-Nyai Eva karena keduanya didukung oleh kiai dan ulama ternama di Bumi Sumekar ini, termasuk beberapa pengasuh PP Annuqayah Guluk-guluk. “Sudah banyak tokoh dan kiai ternama yang pasang badan untuk memenangkam pasangan Ach Fauzi-Nyai Eva, kami lebih memilih yang banyak,” kata
Kiai Haqiquddin, Rabu (16/9).

Menurutnya, selama menjabat Wakil Bupati di Kota Keris ini, putra Slamet Wongso Yudho dikenal merakyat, santun dan ramah terhadap masyarakat. “Harapan kami, jika Fauzi-Nyai Eva ditakdirkan menjadi pemimpin lima tahun ke depan, akan semakin menyejahterakan guru ngaji. Sikap merakyat, santun dan ramah terhadap masyakat tidak pernah berubah,” harapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Kiai Maimun Suja’ie. Menurut tokoh asal Desa Sentol Laok itu mengaku kagum atas kesederhanaan Fauzi. Pria yang selama lima tahun mendampingi Bupati A Busyro Karim ini tak pernah merasa canggung bertemu dengan masyarakat. Bahkan Fauzi sangat hormat pada kiai dan ulama. “Selama lima tahun, kami nyaris tidak menemukan cela untuk Fauzi. Sementara Nyai Eva adalah salah satu tokoh perempuan yang menginspirasi kaum perempuan. Lebih-lebih muslimat NU,” jelasnya.

Menurutnya, kegiatan yang digelar secara sukarela ini merupakan harapan besar bagi guru ngaji, agar ketika terpilih nanti guru ngaji tetap menjadi program utama Fauzi-Eva. “Kami hanya menitipkan para guru ngaji. Pak Fauzi pasti memperhatikan kami, karena selama ini memang sangat patuh terhadap kiai dan ulama,” ucapnya.

Sementara itu, tokoh asal Desa Pekamban Daya, Kiai Habib mengungkapkan bahwa¬†kegiatan hari ini merupakan Sumenep Mengaji dan deklarasi kemenangan Fauzi-Nyai Eva. Tujuannya, mendoakan pasangan Fauzi-Eva agar terpilih di Pilkada Sumenep yang akan berlangsung pada 9 Desember 2020. Ia optimis Fauzi-Nyai Eva menang pada Pilkada nanti. Ada banyak indikator. Salah satunya, sejak mendampingi Kiai Busyro, Fauzi terbukti menjadi partner yang baik. Ada banyak kemajuan di Sumenep. Faktor lain, Fauzi sosok yang merakyat, mengutamakan etika hingga ramah terhadap siapapun. “Beliau nyaris tanpa sekat. Fauzi lebih memperhatikan akhlak, juga santun. Ditambah Nyai Eva, sosok yang adem dan santun juga. Itulah alasan kami kompak memenangkan Fauzi-Nyai Eva,” tegasnya.

Kiai Ma’mun Amar selaku tokoh Desa Aeng Panas menyambut baik gagasan ‘Sumenep Mengaji’ dan serap aspirasi Fauzi-Nyai Eva bersama guru ngaji. Menurutnya, keberaan guru ngaji perlu mendapatkan porsi lebih. Sebab mereka merupakan pahlawan di desa-desa. “Sangat, sanagat positif. Dan tentu kabar baik bagi guru ngaji di Sumenep. Lebih-lebih-lebih di Aeng Panas. Kami mendukung,” akunya.

Terkait Fauzi-Nyai Eva, Kiai Ma’mun melihat pasangan yang sempurna. Fauzi nasionalis, semntara Nyai Eva dari kalangan religius. Selain itu, kata Kiai Ma’mun, keduanya merupakan sosok yang santun dan ramah. “Atas dasar itulah, kami mendukung Fauzi-Nyai Eva,” tambahnya.

Sementara itu, Koordinator Jaringan Guru Alif Fauzi-Eva (JAGAZIVA), Moh. Bisri menyatakan, kegiatan khotmil quran dan deklarasi guru ngaji merupakan salah satu bentuk kepedulian Fauzi-Nyai Eva terhadap guru ngaji. Menurut pemuda yang karib disapa Bisri itu, ‘Sumenep Mengaji’ tidak lain merupakan bagian dari pasangan Fauzi-Nyai Eva untuk menyerap aspirasi para guru ngaji. “Harapan mereka, Sumenep Mengaji bersama kiai dan guru ngaji masuk dalam program unggulan Fauzi-Nyai Eva. Sehingga keberadaan guru ngaji di desa-desa dapat perhatian penuh dari pemerintah,” katanya.

Bisri mengaku, kegiatan Sumenep Mengaji akan dilakukan secara maraton ke desa-desa. “Hari ini perdana. Setelah itu Sumenep Mengaji juga akan digelar di kecamatan dan desa lainnya. Seperti di desa-desa di Gapura, Dungkek, Bluto, Guluk-guluk, kepulauan dan lainnya,” jelasnya. (sul)

Tags: