Rawat Pelangi

Oleh :
Ardhi Ridwansyah

RAWAT PELANGI
Bianglala telah jatuh,
Lekat di sekujur tubuh,
Yang buat dada berdecak kagum,
Biar jemari coba meraba,
Ragam warna menyapa ceria,

Kau rawat pelangi,
Beri ia secangkir kasih,
Yang kau hidangkan dengan,
Kue-kue berbahan rindu.

Sayang, tak lama lagi, ‘
Sinarnya duduk di pangkuanmu,
Mencari celah warna-warni,
Yang bikin semua kepala mengerti.
(2020)

ANGAN HENGKANG
Jangan-jangan angan hengkang,
Selepas kau dekap terlalu erat,
Pasca tadi pagi kau basahi bantal
Dengan air liur mimpi semalam,
Yang bikin mata temaram.

Selagi hengkang,
Bujuk ia dengan puisi,
Yang kau petik dari malam-malam,
Tak tentu arah dan hilang dari naskah,
Hidupmu nan kelam. Titik!
(2020)

ANJING!
Anjing-anjing datang,
Serbu dompet tua, ‘
Yang kian menua,
Dan isinya tak lebih,
Gumpal omong kosong.

Yang lelap tidur,
Ganggu telinga kedamaian,
Gonggong beringas, basahi jalan,
Dengan kata-kata laknat.

Para anjing menerkam,
Menabur ludah di antara malam,
Yang kritis dan luntur oleh mentari.
Kembali ke kandang, tertidur,
Dengkur keras, kala bulan datang,
Balik cari mangsa bermata nyalang.
(2020)

SUJUD KATA-KATA
O, puisi-puisi berembun,
Di para mata ambisi,
Ringkuk bersama keluh kesah,
Dan desah yang terus mengasah raga.

Untuk berjalan, untuk berlari,
Untuk mendaki lalu jatuh,
Di atas aksara yang luntur berlumur,
Derai air mata jenuh.

O, biar kata-kata bersujud,
Meski terpenjara di hati lara,
Akan bernapas sebagaimana lumut,
Yang rekat di tanah selepas hujan,
Bercumbu pada tanah kering.
(2020)

MEMBISU
Hidup kadang melankolis, Dik.
Saat kau urai rambutku,
Dari remah tangis sisa semalam,
Selepas kau tak angkat ponsel,
Saat jantung kembang-kempis menahan cemas.

Kududuk merapal doa,
Ia terserak di ranjang,
Dan kutekan nomormu,
Sembari renung tentang kisah kita,
Yang kukenang,

Dik, tolong kau ceritakan,
Bagaimana bisa tak angkat ponsel,
Apa kau sedang bermain petir?
Dan siap buatku mati getir?
(2020)

BIODATA

Ardhi Ridwansyah kelahiran Jakarta, 4 Juli 1998. Kini, sedang kuliah di UPN Jakarta. Jurusan Komunikasi. Tulisan esainya dimuat di islami.co. terminalmojok.co, tatkala.co, nyimpang.com, dan nusantaranews.co. Puisinya “Memoar dari Takisung” dimuat di buku antologi puisi “Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival 2019”.

Rate this article!
Rawat Pelangi,5 / 5 ( 1votes )
Tags: