Sidang Pra Peradilan, PT Amoeba Hadirkan Saksi Ahli dari Unpad

Kabupaten Kediri, Bhirawa
Sidang lanjutan Pra Peradilan terhadap Polres Lumajang yang dilayangkan oleh PT Amoeba dan PT Awi masuk beragendakan keterangan saksi, Kuasa Hukum PT Amoeba dan PT AWI menghadirkan saksi ahli dari Universitas Padjajaran Dr Sudaryat SH MH ahli hukum perdata.
Dari keterangan Kuasa Hukum PT Amoeba dan PT AWI Solihin HD, dalam persidangan tersebut terjawab legalitas PT Amoeba dan PT AWI, menurutnya legalitas dari kedua PT tersebut sesuai ketentuan hukum di Indonesia,”Sehingga secara hukum sah bermitra menjualkan produk PT Q net Indonesia,” kata Sholihin
Selanjutnya dalam sidang tersebut juga terungkap jika barang –barang milik PT AWI yang disita oleh Polres Lumajang ternyata tidak dalam perkara penyidikan Polres Lumajang” lalu kenapa mereka menangani PT AWI, terlalu banyak yang ditangani,jeas satu aja, perkaranya karyadi mampu gak.” Sindirnya.
Menurutnya, Tersangka Karyadi sendiri saat ini telah dilepas dari penahanan yang dilakukan polres lumajang, Sholihin menilai Polisi kesulitan untuk melengkapi berkas perkara dari kariyadi” entah alasan mereka apapun, nyatanya mereka belum mampu melengkapi berkas karyadi menjadi P21, makanya itu perkara ini selaras dengan pendapat ahli jika condong ke Perdata”tandasnya
Sementara itu, Kuasa Hukum Polres Lumajang yang didampingi oleh kasat Reskrim Polres Lumajang Abdul Rohim mengatakan dalam sidang tersebut telah menyerahkan 62 bukti surat dengan 2 orang saksi.” Kita tinggal menunggu keputusanya hari rabu , semoga tugas yang dijalani polres lumajang sesui perundang undangan” kata Abdurahim
Terkait PT AWI dan Amoeba, dia menjelaskan jika pada saat penggeledahan tidak ada papan nama yang mengatakan PT AWI “Dan iya ada didalamnya, dari hasil pemeriksaannya juga ada keterkaitan dari saksi saksi, tentu menjadi bahan sita, jika ada keberatan ya dilayangkan disampaiakn keberatanya, hingga sekarang tidak ada keberatan tertulis yang ditukan polres lumajang, karena tidak ada proses dilanjutkan samapi persidangan pidana, jika bukan haknya pasti dikembalikan pada yang bersangkutan, jika itu pelanggaran akan diserahkan pada negara.”jelasnnya
Terkait pelepasan karyadi, Polres lumajang mengaku jika tersangka telah mengajukan penagguhan penahanan”Atas dasar perrmohonan itu, oleh sat reskrim dikabulkan jadi sebelum habis masa penahannya , selanjutnya pemeriksaan pokok perkra tetap dilanjutkan,”tandasnya. [van]

Tags: