Sidoarjo Gagal Raih Adipura Kencana 2014

5-foto pasukan kuning-ach-1Sidoarjo, Bhirawa
Piala Adipura Kencana yang diimpikan Kab Sidoarjo belum juga bisa terwujud tahun 2014 ini. Padahal  tahun 2014 ini Kab Sidoarjo mampu meraih penghargaan Adipura sebanyak lima kali berturut-turut.
Menurut Staf ahli Bupati Sidoarjo Bidang Kemasyarakatan dan SDM, M Safik, masalah pengolahan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan pengelolahan sampah di kawasan pasar tradisioanl,
perlu dan harus dibenahi bila Sidoarjo memang sangat berharap sekali untuk mendapat Adipura Kencana pada tahun depan.
”Penanganan sampah di Sidoarjo secara keseluruhan sudah bagus, tapi kalau ingin mendapat penghargaan Adipura Kencana, maka penanganan sampah di TPA dan pasar harus dibenahi, itu sangat-sangat mendesak,” komentar Safik, yang juga mantan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Sidoarjo, belum lama ini di Pendopo Delta Wibawa.
Safik juga menjelaskan, semakin sedikit sampah yang dibuang ke TPA maka tak terlalu menambah beban di TPA. Maka itu, sebelum dibuang ke TPA, kalau bisa masyarakat terlebih dulu bisa mengelolah sampahnya. ”Selama ini sampah masih banyak menjadi tanggungan petugas, maka kita harus memberdayakan masyarakat dalam mengelolah sampah,” ujar warga Jl Airlangga, Sidoarjo itu.
Diperkirakan, di TPA yang dimiliki Pemkab Sidoarjo di Desa Kupang, Jabon, prosentase masyarakat atau pemulung yang mengelolah sampah hanya sekitar 10% saja.Selebihnya, penanganan sampah masih dilakukan petugas.
Padahal, menurutnya, di TPA masyarakat juga harus ikut mengolah sampah. Misalnya diberdayakan, agar bisa memanfaatkan menjadi kompos. Sampah yang ada di TPA, menurut Safik, juga kalau bisa dimanfaatkan untuk menjadi barang lain yang berguna. Misalnya dijadikan gas metan.
Di pasar-pasar trandisional, lanjut Safik, juga tidak ada pengelolahan sampah. Pedagang membuang sampahnya begitu saja. Tak melakukan pemilahan antara sampah  basah dan sampah kering. Juga tidak ada kepedulian untuk membuat kompos dari sampah yang dihasilkan.
”Tetapi kenyataannya, mereka langsung membuang sampahnya dan diangkut begitu saja ke TPA, kalau cara-cara memberdayakan masyarakat untuk mengolah sampah itu dilakukan, Insya Allah akan bisa menambah nilai penilaian, sehingga  tahun depan Sidoarjo bisa meraih Adipura Kencana,” komentar Safik.
Dalam mengelolah sampah sebenarnya bukan hanya menjadi tanggung jawab dari Pemerintah saja, tapi juga harus bekerja sama dengan melibatkan masyarakat. Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah, mengatakan akan terus bertekad untuk bisa meraih penghargaan Adipura Kencana pada tahun 2015 nanti. Bupati mengakui keberadaan sampah yang TPA perlu dimanfaatkan kegunaannya. Misalnya dijadikan kompos atau listrik. [ali]

Keterangan Foto : Pasukan kuning di Sidoarjo sudah berjuang keras untuk kebersihan kotanya, namun khusus Piala Adipura Kencana, tahun 2014 ini masih belum mampu diraih Sidoarjo. [alikusyanto/bhirawa

Tags: