Sulit Diprediksi, Belum Ada Reward Siswa Berprestasi

OKota Batu, Bhirawa
Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olah Raga (Dindikpora) mengakui bahwa tingkat kesulitan pada soal Ujian Nasional (Unas) tingkat SMA/SMK tahun ini semakin meningkat. Karena itu Dindikpora sangat mengapresiasi terhadap para siswa yang masih mampu meraih nilai 10. Mereka akan memberikan hadiah/reward terhadap para siswa berprestasi tersebut.
“Kita (Dindikpora) dan para guru sekolah juga telah menilai bahwa bobot atau tingkat kesulitan soal di tahun ini semakin meningkat. Pemerintah juga sudah memasukkan soal-soal standar internasional¬† Dan dengan adanya siswa yang mampu meraih nilai 10 maka ini merupakan prestasi yang luar biasa,” ujar Kepala Bidang Pendidikan Menengah di Dindikpora Batu, Abdul Rais, Senin (26/5).
Namun untuk pemberian hadiah terhadap peraih nilai 10 ini, kata Rais, pihaknya masih harus mengajukan lebih dulu anggaran tersebut di Perubahan Anggaran Kegiatan (PAK) pertengahan tahun nanti. Artinya, saat ini masih belum ada alokasi anggaran untuk hadiah itu.
“Kita sulit untuk membuat pengajuan anggaran di awal tahun karena tidak bisa memprediksi berapa orang yang akan mendapatkan nilai 10. Tahun kemarin dianggarkan lima siswa, namun ternyata yang memperoleh angka 10 di Unas (Ujian Nasional) jumlahnya 81 siswa,” jelas Rais¬† Karena itu pula Dindikpora belum bisa memastikan jadwal pemberian hadiah kepada para siswa berprestasi.
Data sementara, siswa yang mendapat angka 10 Unas tingkat SMA/SMK enam orang. Yaitu, Della Sefira (SMAN 1), Karin Mirda Yuana (SMAN 1), Nur Rochmad Jufri (SMAN 1), Nindi Novianti (SMAN 2), Reni Rizki Arsita (SMAN 2) dan Lailatul Khodriyah (SMKN 2). Data ini belum termasuk siswa peraih nilai 10 di tingkat SMP, karena pengumuman Unas baru dilaksanakan pada tanggal 14 Juni nanti.
Selain pemberian reward kepada para siswa peraih nilai 10, Dindikpora juga berencana memberikan hal serupa kepada semua siswa yang berprestasi di tahun ini. Dindikpora mengklasifikasikan prestasi siswa dalam beberapa criteria. Yaitu, mendapat angka 10 pada saat Ujian Nasional (Unas), nilai Unas peringkat 1-3, serta prestasi siswa di tingkat provinsi untuk Olimpiade Olah Raga Siswa Nasional (O2SN), Olimpiade Sains Nasional (OSN) dan Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N).
Untuk siswa yang mendapat angka 10 di Unas masing-masing mendapat Rp 1 juta, siswa peringat pertama se-Kota Batu Rp 3 juta, peringat kedua Rp 2 juta, peringkat ketiga Rp 1 juta. Sedangkan untuk siswa berprestasi di O2SN, OSN dan FLS2N menyabet emas Rp 3 juta, perak Rp 2 juta dan perunggu Rp 1 juta.
Sedangkan siswa berprestasi di O2SN ada sembilan siswa. Lima siswa mendapat emas yakni, Kurniawan Ferdiansyah yang langsung mampu meraih tiga medali emas. Kemudian diikuti Nava Amadea, Yovin Yola Paramita dan Gandis Lelly Agustini, yang masing-masing meraih satu emas. Sedangkan peraih perak adalah Nyimas Ayu, peraih perunggu Nava Amadea, Gaga Rama Insani dan dan Nyimas Ayu.
Untuk FLS2N, Seila Dwi Anggraini meraih perak, sedangkan Yilmas Peny Elviana meraih perunggu. “Karena prestasi itu, bisa melanjutkan sekolah di SMA melalui jalur siswa berprestasi. Artinya mereka bisa memilih sekolah negeri yang diinginkan untuk melanjutkan sekolahnya,” pungkas Rais. [nas]

Keterangan Foto :  Kabid Pendidikan Menengah Dindikpora, Abdul Rais, saat menunjukkan daftar siswa berprestasi di Kota Batu. [nas/bhirawa]

Tags: