Timgab Cipta Kondisi Penanganan Covid-19 Temukan Kelangkaan Sembako

Sejumlah ersonel Timgab Cipta Kondisi Penanganan Corona saat mendapatkan arahan dari Wawali Batu, Ir.H.Punjul Santoso,MM bersama Plt.Kasatpol PP,M.Adhim di halaman Balaikota Batu, Senin (23/3).

Kota Batu,Bhirawa
Memasuki hari keempat beroperasi, Tim Gabungan Cipta Kondisi Penanganan Virus Corona atau Covid-19 (Timgab CKPC) mendapatkan bantuan personel dari Banser Kota Batu. Senin (23/3), Timgab lebih mengintensifkan operasi untuk mengantisipasi adanya aksi penimbunan dan aksi borong sembako di Pasar Besar maupun di Pasar Rakyat (pasar kecil).
Pemkot Batu siap melakukan operasi pasar jika ditemukan adanya kelangkaan sembako dalam operasi Timgab tersebut.”Untuk menjamin ketersediakaan sembilan bahan pokok atau sembako ini, Tim Gabungan ini tidak melakukan operasi di Pasar Besar saja, tetapi juga dilakukan di pasar- pasar kecil seperti Pesanggrahan, Junrejo, dll,”ujar Wakil Walikota Batu, Ir.H.Punjul Santoso,MM usai memberikan arahan kepada Timgab CKPC, Senin (23/3).
Wawali menjelaskan bahwa selain melakukan operasi ketersediaan sembako, Timgab yang terdiri dari Satpol PP, Dinkes, Disperindag, Dinsos, BPBD, Tagana, PMI, TNI, Polri, Dindik, dan Banser ini juga melakukan sosialisasi pencegahan penyebaran covid-19 kepada masyarakat. Karena masyarakat belum sepenuhnya menyadari untuk tidak beraktivitas secara berkelompok.
“Dalam operasi sebelumnya, kita menemukan adanya anak-anak yang masih berkeliaran di mall. Kita juga menemukan masih ada bule (wisatawan manca negara-red) yang berada di alun-alun. Padahal alun-alun sudah kita nyatakan ditutup sampai kurun waktu yang belum ditentukan,”jelas Punjul.
Dengan fakta ini, pada operasi hari keempat ini Timgab tetap menyisir tempat- tempat hiburan ataupun tempat yang biasa dijadikan area berkumpul. “Jika ditemukan tempat hiburan yang masih buka, maka Timgab akan langsung memberikan arahan kepada pengelolanya untuk segera menutup tempat tersebut,”ujar Plt.Kasatpol PP Batu, M.Adhim.
Dan keberadaan Banser di Timgab kali ini membantu komunikasi dengan para pengurus Masjid dan Mushalla di pedesaan. Karena beberapa waktu lalu masih terpantau adanya giat warga kampung yang melibatkan massa atau kelompok. Termasuk memberikan himbauan untuk menunda giat seperti pengajian baik yang bersifat rutin maupun insidental.
Salah satu kendala di pedesaan adalah menunda hajat pernikahan warga. Karena giat seperti ini tanggal waktunya sudah ditentukan jauh hari sebelumnya. Dan warga tidak bersedia mengganti tanggal pelaksanaannya karena adanya keyakinan tertentu.
“Ya silahkan saja untuk akad nikahnya tetap dilaksanakan di tanggal yang sudah ditentukan, tetapi untuk acara tasyakuran atau resepsi kalau bisa ditunda dulu,”pungkas Punjul memberikan solusi.(nas)

Tags: