Persiapan gerbong mutasi yang segera dijalankan Gubernur Jatim Dr H Soekarwo, ternyata saat ini sudah selesai dilakukan. Bahkan, nama-nama pejabat yang bakal ikut dalam gerbong mutasi tersebut sudah berada di kantong gubernur.
Dari informasi yang berhasil dihimpun Bhirawa, rapat Baperjakat (Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan) yang diketuai Sekdaprov Jatim Dr H Rasiyo MSi, sudah melakukan rapat sebanyak tiga kali. "Terakhir rapat Baperjakat digelar pekan lalu, dan biasanya jika rapat sudah tiga kali itu semua sudah fiks tinggal waktunya saja," kata sumber Bhirawa, di lingkungan Pemprov Jatim, Kamis (10/5).
Menurut sumber Bhirawa tersebut, nama-nama yang bakal dimutasi gubernur sudah ada di tangan gubernur. Jadi, ketika gubernur menghendaki mutasi segera digelar hari ini, pada saat itu juga mutasi bisa dilaksanakan.
"Persiapan mutasi sekarang tidak seperti dulu. Jika dulu persiapannya mepet, beda dengan sekarang yang persiapan mutasinya sudah dilakukan sejak lama namun diam-diam. Makanya sulit untuk mengetahui bocoran, karena orang-orang yang mengetahui mutasi itu sangat pintar menyimpan rahasia," jelasnya.
Di kalangan PNS Pemprov Jatim, isu mutasi akan segera bergulir terasa begitu kuat. Bahkan ada kabar mutasi akan digelar Pakde Karwo-sapaan lekat Gubernur Soekarwo, hari ini, Jumat (11/5). Alasannya, selain rancangan mutasi sudah jadi, hari ini agenda gubernur masih belum pasti.
Jika sesuai rencana, Jumat pagi sekitar pukul 08.00 WIB, agenda Gubernur Jatim Dr H Soekarwo akan menjadi saksi nikah putra Kepala Badan Perencaaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jatim, Dr Zainal Abidin, di Masjid Al Akbar Surabaya. Setelah menjadi saksi, gubernur dijadwalkan berangkat ke Jakarta untuk pemaparan kesiapan dan kesanggupan sebagai tuan rumah BBGRM (Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat).
Namun agenda tersebut, masih belum pasti dan sewaktu-waktu bisa dibatalkan. Jika dibatalkan, kemungkinan besar gerbong mutasi yang sudah disiapkan bisa dijalankan gubernur. "Untuk menentukan kapan mutasi digelar sekarang susah sekali," ungkap sumber Bhirawa, tersebut.
Ketika masalah ini dikonfirmasikan ke Gubernur Jatim Dr H Soekarwo, gubernur langsung menolak menjawab kapan mutasi digelar. "Nggak-nggak ada mutasi dalam waktu dekat. Rapat saja belum," ungkap Pakde Karwo, ditemui usai Pelepasan PNS Purna Tugas di lingkungan Pemprov Jatim Tahun 2012, di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (10/5).
Bahkan, Pakde Karwo mengaku jika mutasi sering diberitakan, mutasi yang sudah direncakan bisa dibatalkan. "Kalau masih diberitakan, mutasinya saya batalkan," kata mantan Sekdaprov Jatim ini.
Sementara itu, nama-nama yang pernah diberitakan Bhirawa sebelumnya, tetap menjadi kandidat kuat yang bakal mendapatkan promosi dan dimutasi. "Hingga sekarang belum ada perubahan nama. Masih seperti sebelumnya," jelas sumber Bhirawa lainnya.
Salah satu jabatan yang bakal diisi pejabat promosi adalah adalah jabatan Kepala Biro Humas dan Protokol Setdaprov Jatim, yang ditinggalkan Drs Gunarto MM, karena memasuki purna tugas. Jabatan Kepala Biro Humas dan Protokol saat ini di-Plt-kan kepada Dr Akhmad Sukardi yang sehari-hari duduk di jabatan Asisten IV Sekdaprov Jatim Bidang Adminisras Umum.
Satu nama yang kini kuat menjadi Kepala Biro Humas dan Protokol adalah Drs Supratomo MSi yang menjabat Kepala Bagian Pemuda, Olahraga, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Biro Administrasi Kemasyarakatan Setdaprov Jatim.
Jika betul Supratomo nanti terpilih menjadi kepala biro, faktor utamanya adalah ia 'berhasil' melaksanakan tugas keprotokolan dalam mendampingi Dra Hj Nina Soekarwo MSi disetiap acara PKK.
Selain mengisi jabatan kepala Biro Humas dan Protokol, gubernur juga bakal mengisi jabatan Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan yang kini dijabat Ir Mustofa Chamal Basya MM. Mantan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Jatim ini diduga bakal mengundurkan diri sebagai pejabat dilingkungan Pemprov Jatim.
Jabatan Mustofa Chamal Basya ini kemungkinan bakal diisi Kepala Dinsos Jatim yang saat ini dijabat Dr Idrus. Sedangkan jabatan Kepala Dinsos Jatim bakal diisi oleh Kepala Biro Administrasi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdaprov Jatim Drs Bawon Adhiyitoni MSi.
Sementara jabatan Kepala Biro Kesra bakal diisi oleh pejabat eselon III yang mendapatkan promosi. "Untuk jabatan ini bisa diisi dari lingkup Biro Kesra. Sebab ada beberapa pejabat yang cukup potensial disana (biro kesra,)," ujar sumber tersebut.
Tak hanya jabatan Mustofa Chamal Basya yang akan diisi pejabat baru, jabatan staf ahli lainnya yang ditinggal pejabatnya adalah staf ahli gubernur bidang ekonomi dan keuangan yang dijabat Dra Madanijah MSi, karena memasuki masa purna tugas.
Jabatan staf ahli gubernur bidang ekonomi dan keuangan ini kemungkinan besar akan diisi oleh Kepala Biro Administrasi Pemerintahan Setdaprov Jatiam Drs Suprayitno MSi. Sedangkan jabatan kepala Biro Administrasi Pemerintahan akan diisi oleh pejabat yang mendapatkan promosi juga. [iib]


