Wali Kota Malang Tegaskan Tidak Ada Isolasi Mandiri

Pelangar Perda tidak menggunakan masker langsung sidang ditempat.

Kota Malang, Bhirawa
Kota Malang meniadakan sistem isolasi mandiri bagi pasien Covid-19. Terkonfirmasi Covid-19 akan langsung ditangani di sarana isolasi milik Wali Kota Malang Sutiadji menyebut isolasi mandiri tidak dilaksanakan karena pada kenyataannya tidak bisa disiplin dan pemantauannya sangat lemah.

“Isolasi mandiri dirumah tidak boleh lagi, masyarakat tidak mungkin isolasi mandiri. Maka wajib hukumnya bagi yang terpapar Covid 19, untuk melakukan isolasi di save house kita, agar percepatan kesembuhan bisa dilakukan,” tegas Wali kota Malang , usai memimpin apel persiapan Sidang Ditempat bagi pelangar perda, di halaman Balai Kota Malang, Selasa (16/9) kemarin.

Selain itu,lanjut Sutiadji, pihaknya juga meminta bantuan Gubernur untuk membuat Rumah Sakit (RS) lapangan di Poltekes, Jalan Simpang Ijen nanti ada 200 bed, untuk perawatan.

“Setiap ada yang terkonfirmasi posisitif langsung di isolasi. Biar cepat sembuh. Selain itu mari mohon kepada Tuhan, karena semua upaya sudah dilakukan,”tandasnya.

Disamping itu yang perlu diingat, Kota Malang jadi transmisi lalulintas orang. Karena kantor perwakilan Jawa Timur Wilayah selatan ada di Kota Malang, ini potensi adanya klaster baru semakin banyak.

Meski demikian, diakui dia dalam situasi pandemi Covid ini, pergerakan ekonomi di Kota Malang masih dinilai bagus bahkan Kota Malang, mendapat apresiasi dari pemerintah pusat.

“Alhamdulillah, kita dapat apresiasi, meskipun disisi lain pandemi di Kota Malang, belum juga reda. Saya secara khusus, diundang untuk memaparkan pertumbuhan ekonomi, yang mencapai 3,83 persen. Karena yang lainya turun hingga 7 persen,” ucap Sutiaji.

Sebelumnya dalam apel persiapan sidang di tempat Prokes Covid-19, Wali kota masyarakat yang tidak menggunakan masker.

“Kita tegaskan mulai hari ini, Pemkot menerapkan sidang ditempat, bagi yang tidak pakai masker. Karena sebelumnya kita sudah lama melakukan sosialisasi, hasilnya ketaatan masyarakat masih rendah. Akhirnya kita lakukan penindakan biar ada efek jera,”tutur Sutiaji, usai memimpin apel persiapan Sidang Ditempat bagi pelangar perda, di halaman Balai Kota Malang, Rabu (16/9) kemarin.

Saat ini, Kota Malang masih masuk zona merah, sedangkan seluruh upaya sudah dilakukan. Hanya dengan cara penegakan disiplin menggunakan masker maka pemutusan rantai penularan Covid 19 bisa dicegah.

Makanya salah satu cara agar masyarakat sadar pentingnya bermasker, maka setiap orang yang tidak menggunakan masker akan didenda ditempat.

Selain itu, pihaknya juga meminta, keberadaan kampung tangguh, untuk tidak kendor, karena keberadaannya sangat penting, makanya setelah diresmikan harus tetap dikontrol, secara bersama-sama oleh masyarakat TNI dan Polri.
.
“Saya minta kepada Bapak Kapolsek, Bapak Danramil, Babinkamtibmas, bisa terus ikut mengkontrol keberadaan kampung tangguh, ,”tandas Wali Kota yang juga seoarang ustadz ini.

Menurut Sutiaji, sudah waktunya ngerem bertindak tegas demi kepentingan masyarakat Kota Malang. Karena hanya dengan cara itu efektifitas pemutusan rantai penularan Covid 19 bisa dicegah.

Konfirmasi positif, kata dia semakin bertambah, sosialisasi pakai masker ini yg harus ditingkatkan. Ia menginteruksikan diseluruh Puskesmas untuk melakukan traking. [mut]

Tags: