10 Atlet Wushu Pasuruan Didiskualifikasi dari Porprov Jatim

Penampilan Seraf Naro Siregar dalam ajang bergengsi SEA Games 2021 di Vietnam sukses sumbang medali emas cabang wushu nomor Daoshu + Gunshu Putra

Pasuruan, Bhirawa
Sebanyak 10 dari 16 atlet wushu Kota Pasuruan yang dikirimkan ke Porprov Jatim VII 2022 didiskualifikasi dari perlombaan. Penyebabnya dikarenakan ke sepuluh atlet tersebut tidak sesuai dengan data resmi yang terdaftar di panitia.
Berawal saat technical meeting, panitia menemukan kecurigaan karena dalam proses verifikasi database atlet yang dimiliki tim technical delegate dengan atletnya tak sama.
Mulai dari identitas diri, foto hingga fisik atlet, ternyata ada salah satu atlet wushu asal Kota Pasuruan yang datanya tidak sesuai. Dari situlah, tim technical delegate memberikan catatan. Kemudian mengecek semua atlet dan hasilnya ditemukan 9 atlet lainnya yang datanya tidak sama.
“Didiskualifikasi ini yang saya sesalkan. Seharusnya cabor wushu itu yang paling tahu siapa saja atlet yang dikirimkan. Yang saya sesalkan juga, atlet yang dikirim ternyata orang yang berbeda dengan data yang diberikan ke panitia. Ini juga sudah menjadi kontingen,” ujar Ketua Kontingen Kota Pasuruan, Abdullah Junaidi, Selasa (28/6).
Tentu saja, atas konsekwensi itu membawa nama daerah. Secara otomatis, itu juga mencederai sikap fair play dalam dunia olahraga. “Kita masih menunggu surat resmi dari panitia besar Porprov Jatim. Yang jelas ini memalukan Kota Pasuruan,” jelas Abdullah Junaidi.
Ketua Cabor Wushu Kota Pasuruan, Achsan Halim membenarkan soal kejadian tersebut. Pihaknya langsung mencari pengganti, namun tak bisa secepatnya mengganti administrasi. “H-1 ada beberapa atlet yang mundur. Kita harus cari pengganti tapi tidak bisa secepatnya mengganti administrasi. Dan ini kami berikhtiar,” urai Achsan Halim.
Sementara itu, Ketua KONI Kota Pasuruan, Gangsar Sulistyarso menyatakan pihaknya hanya memfasilitasi cabor yang akan bertanding di Porprov Jatim.
Dan cabor yang paling tahu perkembangan atlet selama mengikuti program karena, pembinaan atlet itu ada di cabor. Atas kejadian itu, KONI akan membentuk tim untuk melakukan investigasi untuk menindaklanjuti perkara tersebut.
“KONI tak tahu jika ternyata atlet yang akan dipertandingkan ternyata beda. Untuk usulan data atlet dari cabor juga langsung dikirim ke panitia. Dan kita akan menentukan sikap ke depan,” papar Gangsar Sulistyarso. [hil.wwn]

Tags: