10 Kecamatan di Tulungagung Terserang DBD

22-demam berdarah sTulungagung, Bhirawa
Demam Berdarah kini sudah menyerang warga di 10 kecamatan dari 19 kecamatan yang ada di Kabupaten Tulungagung. Sampai akhir Januari 2014 tercatat 46 warga yang terserang penyakit yang disebabkan nyamuk Aedes Aegipty tersebut.
Catatan Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung menyebutkan dari 46 kasus penyakit yang juga populer dengan sebutan DBD (demam berdarah dengue) itu tidak sampai merenggut korban jiwa. Pasien dapat diselamatkan karena mendapat perawatan intensif.
Kabid P2PL Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, Trisnawati Sasmita, menghimbau agar warga setempat yang dicurigai menderita DBD agar segera dibawa ke tempat layanan kesehatan terdekat. “Di sana bisa dicek trombositnya. Gejala DBD biasanya diikuti panas tinggi,” ujarnya akhir pekan kemarin.
Menurut Trisnawati, gejala penyakit DBD memang sering kali tidak terduga. Namun secara umum penyakit tersebut memiliki ciri panas tinggi, pusing dan bahkan muntah darah. “Jadi harus diwaspadai. Apalagi gelaja yang sama sering ditemukan pada penyakit typus dan chikungunya,” tuturnya.
Penyebaran penyakit DBD, lanjut dia, dapat segera dicegah dengan pelaksanaan kegiatan PSN (pemberantasan sarang nyamuk). Ada tiga langkah dalam PSN yang dapat mencegah tersebarnya penyakit DBD, yakni menguras, menutup dan mengubur barang bekas. Hal ini membuat nyamuk tidak bersarang untuk bertelur.
“Sedang untuk pelaksanaan fogging (pengasapan) dilaksanakan saat DBD mewabah atau kasus dengan penelitian epimologi positif,” katanya.
Sementara itu, ke-10 kecamatan yang warganya telah terserang DBD secara rinci masing-masing adalah Kecamatan Tulungagung dengan jumlah empat kasus, Kecamatan Pakel (lima kasus), Kecamatan Besuki (tiga kasus), Kecamatan Bandung (empat kasus), Kecamatan Campurdarat (empat kasus), Kecamatan Ngunut (tiga kasus), Kecamatan Boyolangu (enam kasus), Kecamatan Tanggunggunung (satu kasus), Kecamatan Kedungwaru (tiga kasus) dan Kecamatan Sumbergempol (dua kasus).
Antisipasi
Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Jember waspadai siklus lima tahunan Demam Berdarah Dengue (DBD) yang pernah terjadi sebelumnya di Jember. Lembaga menyediakan anggaran sebesar Rp 2 Miliar untuk penanganan DBD yang sempat menjadi Kondisi Luar Biasa (KLB) lima tahun silam.
Kekhawitaran lembaga yang berada di Jalan Srikoyo Patrang Jember ini cukup beralasan. Pasalnya, terhitung 1 sampai dengan 21 Januari ini, jumlah penderita penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Kabupaten Jember, telah mencapai 148 kasus. “Angka tadi, memang masih belum bisa dikategorikan sebagai Kondisi Luar Biasa (KLB).
Namun, kami  tetap mewaspadai siklus lima tahunan, yang pernah terjadi di Jember sebelumnya, dengan mempersiapkan anggaran sebesar Rp. 2 Milyar untuk penanganannya,” ujar Humas Dinas Kesehatan Pemkab Jember, Yumarlis.
Menurut Yumarlis,  lima tahun lalu, Jember pernah dinyatakan KLB kasus DBD, karena jumlah penderitanya mencapai angka maksimal, yakni 901 penderita dengan 11 kematian.  Pada saat itu, selama tiga bulan berturut-turut, jumlah pasien juga terus mengalami kenaikan.
“Kami khawatir, siklus lima tahunan kembali terjadi, sehingga jauh-jauh hari. Pihaknya telah melakukan antisipasi, dengan melakukan upaya pencegahan berupa Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan fogging (pengasapan) ke rumah-rumah warga,” ujarnya. [wed efi]

Tags: