11 Puskesmas Operasionalkan Mobil Ambulance PSC

Bupati Fadeli saat meninjau fasilitas Mobil Ambulance Public Safety Center (PSC) yang diharapkan mampu berfungsi maksimal untuk peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat.(Alimun Hakim/Bhirawa).

Lamongan, Bhirawa
Pelayanan kesehatan untuk warga Lamongan terus ditingkatkan sebagai upaya kesiapsiagaan terhadap pasien yang memerlukan tindakan medis. Melalui 119 mobil ambulance Public Safety Center (PSC) yang telah diberikan kepada 11 puskesmas, Yakni Puskesmas Karangkembang, Babat, Ngimbang, Lamongan. Kemudian Puskesmas Mantup, Karangbinangun, Sukodadi, Karanggeneng, Brondong, Paciran dan Puskesmas Sekaran diharapkan mampu berfungsi secara maksimal untuk transportasi dan perawatan hingga stabilisasi pasien sebelum di fasilitas pelayanan kesehatan.

“119 ambulance PSC ini semoga dapat membantu masyarakat dalam percepatan penangananya.Saya menilai, Tingkat kesadaran masyarakat cukup tinggi. Dengan adanya Pemberlakukan Pembatasan Kegitan Masyarakat (PPKM) dapat menurunkan angka penyebaran Covid-19,” ujar Bupati Fadeli,Minggu(24/11).

Di dalam mobil tersebut terdapat peralatan kesehatan mulai dari yang sederhana hingga canggih, seperti alat monitor dan ventilator. Saat ini, Satgas Covid-19 Kabupaten Lamongan terus melakukan pematangan kesiapan untuk pelaksanaan program vaksinasi. Mulai dari kesiapan vaksinator, sarana dan prasarana, hingga uji coba distribusi vaksin ke kecamatan terjauh.

“Kondisi Pandemi Covid-19 di Lamongan masih belum mereda, berbagai upaya terus kita lakukan dalam penanganan Covid-19 dan pemulihan masyarakat. Kita harus terus mewaspadai, tetap terapkan protokol kesehatan,” tutur Bupati Fadeli.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan dr Taufik Hidayat menerangkan bahwa Kupaten Lamongan sudah siap untuk melakukan vaksinasi. “Perlu kami laporkan bahwa kita, Lamongan telah siap melaksanakan vaksinasi. Distribusi vaksin diperkirakan tanggal 27 sd 28 Januari dan pelaksanaan kegiatan awal Februari,” terangnya.

Dengan di dukung 410 tenaga kesehatan yang tersebar di 36 pelayanan kesehatan, lanjut dr Taufik di masing-masing pos pelayanan kesehatan telah disipakan secara matang. Mulai dari penyediaan mekanisme antrean, meja pendaftaran, alat cek kesehatan, tempat vaksinasi, hingga ruang tunggu apabila terjadi Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

Selain kesiapan SDM, dr Taufik juga menjamin sarana lainnya telah siap, seperti sarana cold cain (menjaga rantai dingin) dari tingkat penyimpanan hingga pelaksanaan (distribusi) untuk menjaga suhu vaksin antara 2 hingga 8 derajat celcius, sehingga vaksin tetap terjaga dan tidak rusak.

“Terdapat 10 refrigerator (alat untuk mengurangi atau untuk mempertahankan suhu ruang di bawah suhu sekitarnya) yang disiapkan di Gudang Farmasi Dinkes Lamongan. Enam diantaranya kita khusunkan di awal, untuk vaksin Covid-19 dengan kapasitas 6.000 hingga 8.000 vial. Karena 1 refrigerator dapat menyimpan kurang lebih 1.500 vaksin vial,” jelasnya.

Diterangkan lebih lanjut olehnya, terdapat satu unit mobil yang telah disiapkan secara khusus untuk pendistribusian vaksin ke pelayanan kesehatan yang telah lolos uji coba. Dengan sasaran pertama sejumlah 6.650 tenaga kesehatan.[aha,yit]

Tags: