12 Pegawai Dispendik Kabupaten Probolinggo Positif Covid-19

Kantor Dispendik di sterilkan dan berlakukan WFH. [wiwit agus pribadi/bhirawa]

Pemkab Probolinggo, Bhirawa
Makin banyak saja pegawai yang terpapar Covid-19. Di lingkungan Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo, 12 pegawainya dipastikan positif. Dispendik pun memberlakukan work from home (WFH) pada 81 pegawainya.

Kebijakan itu diberlakukan mulai Jumat (9/10) sampai 10 hari ke depan. Yaitu sampai Senin (19/10). Dengan kebijakan WFH tersebut, otomatis Dispendik membatasi layanan selama WFH.

Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Fathur Rozi, Minggu (11/10) menjelaskan, kebijakan WFH diterapkan setelah seorang pegawai dinyatakan positif Covid-19. Saat itu, Dispendik langsung menggelar tes swab masal untuk seluruh pegawai Dispendik. Tes swab masal dilakukan dua hari. Hasilnya, 11 pegawai Dispendik lainnya dinyatakan positif Covid-19.

“Awalnya ditemukan satu kasus. Karena itu, kami rasa perlu untuk menggelar tes swab masal. Hasilnya ditemukan 11 pegawai yang dinyatakan positif,” ujar Rozi. Karena kondisi itu, pihaknya kemudian menerapkan pembatasan layanan. Bukan lockdown. Menurut Rozi, selama pembatasan layanan itu, masih ada pegawai yang bertugas di kantor. Kurang lebih sembilan orang.

Sementara, mayoritas pegawai yang lain bekerja dari rumah atau WFH. Jumlahnya ada 81 orang. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus yang semakin meluas.

Seiring dengan kebijakan tersebut, juga dilakukan sterilisasi di seluruh gedung. Gedung menurutnya disemprot disinfektan secara berkala.

Dispendik sendiri menurut Rozi, sebenarnya sudah memberlakukan WFH sebelum ditemukan 12 pegawai positif Covid-19. Dibuat jadwal masuk kantor secara bergiliran bagi semua pegawai. Setiap harinya, hanya 20 pegawai yang masuk. Sisanya, WFH.

Namun, setelah ada 12 pegawai yang positif Covid-19, maka WFH semakin diperketat. Saat ini menurutnya, mayoritas pegawai WFH. “Hanya ada sembilan pegawai yang masuk kantor, sementara lainnya WFH. Walaupun demikian, pengawasan tetap kami lakukan dengan meminta laporan kerja harian selama bekerja di rumah,” tandasnya.

Di sisi lain, Dispendik saat ini lebih memperketat protokol kesehatan. Penggunaan masker menjadi hal yang wajib. Sebelum masuk ke kantor, tamu wajib mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan hand sanitizer. Lalu, di ruang tunggu diterapkan physical distancing untuk tamu.

“Tak bermasker tidak kami layani. Protokol kesehatan menjadi sebuah kewajiban yang tidak bisa ditawar lagi,” ujar Rozi.

Sementara itu, juru bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo, Dewi Veronica mengatakan, penyemprotan disinfektan sudah dilakukan di gedung Dispendik. Juga dilakukan pengawasan terhadap 12 pegawainya yang positif Covid-19. Saat ini, mereka semua sedang dirawat di rumah sehat.

“Penyemprotan sudah dilakukan secara periodik. Untuk yang terkonfirmasi positif, perkembangannya terus kami pantau,” tuturnya. Saat ini di Kabupaten Probolinggo orang terkonfirmasi positif Corona Virus Disease (Covid-19) sebanyak 1.102 kasus dengan keterangan 90 kasus masih dirawat dan menjalani isolasi, 953 kasus sembuh dan 59 kasus meninggal dunia.

Lebih lanjut dr. Dewi Vironica mengatakan total kasus baru Covid -19 di Kabupaten Probolinggo berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo hingga 10 Oktober 2020 sudah mencapai 1.102 kasus. Per hari ini terdapat penambahan kasus baru sebanyak 14 kasus.

“Penyumbang penambahan kasus baru harian tertinggi berada di Kecamatan Pakuniran, Pajarakan, Paiton dan Gading masing-masing sebanyak 2 kasus sehingga total secara kumulatif di Kecamatan Pakuniran mencapai 51 kasus, Kecamatan Pajarakan mencapai 85 kasus, Kecamatan Paiton mencapai 117 kasus dan Kecamatan Gading mencapai 32 kasus,” katanya.

Penambahan kasus baru harian selanjutnya disumbangkan oleh Kecamatan Besuk, Sukapura, Leces, Tongas, Kraksaan dan Maron masing-masing sebanyak 1 kasus. Dengan demikian, total secara kumulatif di Kecamatan Besuk mencapai 58 kasus, Kecamatan Sukapura mencapai 5 kasus, Kecamatan Leces mencapai 35 kasus, Kecamatan Tongas mencapai 57 kasus, Kecamatan Kraksaan mencapai 141 kasus dan Kecamatan Maron mencapai 73 kasus.

“Dari sisi kesembuhan, hari ini ada tambahan 2 kasus kesembuhan dari COVID-19. Dengan demikian total secara kumulatif angka kesembuhan di Kabupaten Probolinggo mencapai 953 kasus dari total 1.102 kasus,” jelasnya.

Penyumbang kesembuhan hari ini berada di Kecamatan Leces dan Pajarakan masing-masing sebanyak 1 kasus. Dengan adanya tambahan tersebut, maka total kesembuhan untuk Kecamatan Leces sebanyak 30 kasus dari total 35 kasus dan Kecamatan Pajarakan sebanyak 69 kasus dari total 85 kasus.

“Sementara untuk kasus kematian per hari ini tidak ada penambahan kasus dan secara kumulatif jumlahnya mencapai 59 kasus. Hingga saat ini, jumlah kasus kematian tertinggi berada di Kecamatan Besuk sebanyak 9 kasus,” terangnya.

Untuk sebaran kasus Covid -19 terjadi di 24 kecamatan di Kabupaten Probolinggo. Sementara untuk kecamatan yang masih ada pasien menjalani perawatan dan isolasi tersebar di 20 kecamatan, sehingga ada 4 kecamatan yang sudah tidak ada kasus Covid -19 meliputi Kecamatan Lumbang, Tiris, Kuripan dan Sumber.

“Sedangkan untuk jumlah kasus suspect di Kabupaten Probolinggo hingga hari ini ada 77 kasus, 11 kasus probable dan 141 kasus discarded,” tambahnya. [wap]

Tags: