13 Napi Lapas Kelas IIB Kota Probolinggo Peroleh Remisi Natal

Lapas Probolinggo yang di usulakn wali kota Hadi untuk direlokasi.[wiwit agus pribadi/bhirawa]

Kota Probolinggo, Bhirawa
Sejumlah 13 narapidana (napi) di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Probolinggo, mendapatkan berkah Natal. Belasan napi yang mayoritas terlibat kasus narkoba itu mendapatkan pengurangan masa tahanan antara 15 hari sampai 2 bulan.

Kepala Lapas Kelas IIB Probolinggo Risman Somantri, Jum’at (25/12) mengatakan, pada Natal kali ini, dari 20 napi yang beragama nasrasi, hanya 13 napi yang memenuhi syarat untuk mendapatkan remisi.

“Remisi ada dua. Remisi umum, seperti ketika HUT Kemerdekaan RI dan remisi khusus, seperti hari besar keagamaan. Namun, hanya satu kali saja. Misalkan, untuk agaman Islam ada dua hari raya. Yakni, Idul Adha dan Idul Fitri. Namun, yang dapat hanya Idul Fitri. Sama dengan agama nasrani. Hanya pada saat Natal,” jelasnya.

Pada Natal tahun ini, ada 20 napi yang beragama nasrani. Namun, yang memenuhi syarat mendapatkan remisi hanya 13 napi.

“Syarat utama selain tidak melanggar, sudah menjalani masa kurungan minimal 6 bulan pertama. Dalam 6 bulan pertama dapat potongan 15 hari, enam bulan selanjutnya hingga dua tahun dapat satu bulan. Dua tahun hingga empat tahun, sekitar satu bulan 15 hari. Bila suda di atas lima tahun dapat potongan dua bulan. Jadi, potongan remisi maksimal 2 bulan,” jelas Risman.

Dari 13 napi yang mendapatkan remisi, mayoritas warga luar kota dan merupakan napi layaran atau pindahan. Mayoritas mereka terlibat dalam kasus narkooba.

“Delapan napi kasus narkoba dan tiga napi kasus penipuan. Sedangkan, pencurian dan pembuhan masing-masing satu napi,” ujarnya.

Menurutnya, 13 napi itu akan menerika remisinya secara simbolis hari ini. “Nanti akan disampikan langsung oleh Kementerian yang akan kami bacakan kepada penerima remisi. Jadi, besok dilakukan upacara,” katanya.

Ia berharap seluruh napi tidak melakukan pelanggaran karena akan membuat hak mendapatkan remisi dicabut.

“Remisi adalah hak para napi. Namun, jika melakukan pelangagran, hak itu dapat dicabut. Saya harap hal seperti itu (pelanggaran) tidak sampai terjadi agar para napi tetap mendapatkan haknya,” ujar Risman.

Keberadaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Probolinggo, yang selama ini overload menjadi perhatian Pemkot Probolinggo. Karenanya, Pemkot mengusulkan kepada Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum-HAM) untuk merelokasinya.

Selain mengusulkan relokasi, Pemkot telah menyiapkan lahan seluas 5 hektare sebagai tempat relokasi. Namun, Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin, masih enggan mengungkapkan lokasinya.

“Kami sampaikan juga, Pemerintah Kota Probolinggo berupaya berkomunikasi dengan Kemenkum-HAM untuk merelokasi Lapas yang saat ini ada di tengah kota. Sehingga, lebih representatif bagi warga penghuni Lapas yang saat ini sudah tidak sesuai lagi,” tutur Habib Hadi.

Ia mengatakan, pihaknya telah menyiapkan lahan seluas 5 hektare untuk ditukar dengan Lapas Kelas IIB Probolinggo. Nantinya, lahan Lapas yang berada di sisi timur Alun-alun Kota Probolinggo, itu akan dimanfaatkan sebagai taman baca bagi masyarakat. Serta, bisa menjadi depo arsip.

Selain itu, kata Hadi, usulan relokasi ini juga agar tempat bagi warga binaan Lapas lebih representatif dan layak huni. “Usulan relokasi ini demi kemaslahatan warga binaan juga,” ujarnya.

Namun, Hadi masih enggan mengungkapkan di mana lokasi lahan seluas 5 hektare yang dipersiapkan untuk relokasi Lapas. Politisi PKB ini berharap lokasi baru itu akan mampu menggerakkan perekonomian warga di sekitarnya.

“Mudah-mudahan gayung bersambut dari Kemenkum-HAM,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Keimigrasian Kakanwil Kemenkum-HAM Jawa Timur Jaya Saputra yang hadir dalam peresmian UKK, mengatakan terkait masalah Lapas, bukan kapasitasnya untuk membicarakannya. Namun, ia mengaku akan menyampaikannya ke Kakanwil.

“Bagaimana tindak lanjut soal usulan Wali Kota, akan diputuskan oleh Kakanwil. Karena di luar kapasitas saya,” ujarnya.

Dari informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, Lapas Kelas IIB Probolinggo, kini melebihi kapasitas ideal. Kapasitas idealnya hanya untuk 285 orang. Namun, sampai Rabu (23/12), jumlah warga binaannya mencapai 611 orang, tambahnya.(Wap)

Tags: