13 Pejabat dan Tokoh Disuntik Vaksin Covid-19 di Pendopo Tulungagung

Kadinkes Tulungagung, dokter Kasil disuntik vaksin Covid-19 oleh Direktur RSUD dr Iskak Tulungagung, dr Supriyanto, Kamis (28/1). Sedang dr Supriyanto sendiri belum bisa divaksinasi karena sedang menderita penyakit flu.

Tulungagung, Bhirawa
Pencanangan vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Tulungagung berlangsung di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Kamis (28/1). Ada 13 pejabat dan tokoh yang disuntik vaksin Covid-19 dalam acara tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung, dr Kasil Rohmad, mengungkapkan rencananya di acara pencanangan vaksinasi Covid-19 itu jumlah pejabat dan tokoh Tulungagung yang akan disuntik vaksin sebanyak 20 orang.

“Tetapi karena sebagian ada yang tidak memenuhi syarat, akhirnya mereka yang tidak memenuhi syarat itu ditunda penyuntikannya,” ujarnya.

Dokter Kasil menyebut ada berbagai sebab mengapa ketujuh pejabat dan tokoh tersebut belum bisa disuntik vaksin Covid-19. Di antaranya karena tekanan darah tinggi, sakit flu (ISPA) dan hasil swab PCR saat screening dinyatakan positif terpapar Covid-19.

“Bagi yang belum bisa dilakukan penyuntikan vaksin saat ini dipersilakan untuk datang kembali di RSUD dr Iskak atau 39 faskes lainnya. Waktunya bisa sewaktu-waktu,” tuturnya.

Menurut mantan Ketua IDI Tulungagung ini sejumlah syarat harus terpenuhi sebelum dilakukan vaksinasi Covid-19. Termasuk bagi penderita tekenan darah tinggi.

“Syarat untuk vaksinasi tensi darahnya maksimal 140/90. Kalau lebih dari itu bisa istirahat sebentar dan jika sudah turun bisa divaksin. Namun kalau masih tinggi ditunda sampai tensi darahnya memenuhi syarat,” paparnya.

Beberapa pejabat yang memenuhi syarat dan divaksin pada Kamis (28/1), di antaranya adalah Sekda Tulungagung, Sukaji, Dandim 0807 Tulungagung, Letkol Mulyo Junaidi, Kapolres Tulungagung, AKBP Handono Subiakto, Kepala Kejaksaan Negeri Tulungagung, Ansari, dan dr Kasil Rohmad. Selain juga sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Sementara itu, Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo, tidak dapat divaksin Covid-19 karena alasan umur yang tidak memenuhi syarat. Vaksin Covid-19 dari Sinovac hanya dikhususkan bagi yang berumur antara 18 tahun sampai 59 tahun. Sedang Bupati Maryoto Birowo sudah berumur lebih dari 60 tahun.

Namun demikian, usai membuka acara pencanangan vaksinasi Covid-19, Bupati Maryoto Birowo menyatakan kegembiraannya setelah 13 pejabat dan tokoh Tulungagung mendapat suntikan vaksin Covid-19.

“Vaksinasi yang dilakukan pada tokoh dan pemuka Tulungagung ini merupakan percontohan. Vaksinasi dalam rangka pencegahan Covid-19,” tuturnya.

Ia menandaskan nantinya seluruh warga Kabupaten Tulungagung akan mendapat giliran vaksinasi Covid-19. Apalagi masyarakat yang harus divaksin tersebut minimal harus berjumlah 70 persen dari populasi penduduk.

“Tinggal menunggu pejadwalannya saja kapan dapat giliran vaksin,” ucapnya. (wed)

Tags: