138 Prajurit Terima Baret Marinir

Prosesi pemasangan baret TNI AL

Prosesi pemasangan baret TNI AL

Surabaya,Bhirawa
Sebanyak 138 prajurit Tamtama Remaja Korps Marinir resmi memakai baret ungu dalam upacara pembaretan yang dipimpin Komandan Korps Marinir Mayor Jenderal TNI (Mar) A. Faridz Washington di Lapangan Tembak Internasional FX. Soepramono, Bhumi Marinir Karangpilang, Surabaya, Senin(14/4).
Upacara pembaretan itu dihadiri Komandan Kobangdikal Laksda TNI Widodo, Kasgartap III Surabaya Brigjen TNI (Mar) R. Gatot Suprapto, Danpasmar-1 Brigjen TNI (Mar) Siswoyo Hari Santoso, Danpasmar-2 Brigjen TNI (Mar) Denny Kurniadi, Kadispsial Laksma TNI FX. Agus Susilo, dan Wadan Kobangdikal Kolonel Marinir Ivan A.R Titus.
Dalam amanatnya, Komandan Korps Marinir mengatakan upacara pembaretan yang dilaksanakan saat ini berbeda dengan upacara pembaretan sebelumnya, karena untuk pertama kalinya pembaretan dilaksanakan tidak setelah menyelesaikan pendidikan Komando, namun setelah para Tamtama Remaja menyelesaikan Kursus Tamtama Remaja.
“Selama di Kodikmar, Tamtama Remaja menerima pendidikan yang berkaitan dengan profesi, sedangkan dalam kursus, dibekali dengan materi-materi yang berkaitan dengan tradisi Korps, dengan harapan dapat mengenal tradisi Korps sehingga akan semakin besar kecintaan terhadap Korps dengan tidak melakukan hal-hal yang mencoreng nama baik Korps,” katanya.
Dengan diresmikannya pemakaian baret, maka seorang prajurit secara sah menjadi keluarga besar Korps Marinir, sekaligus mengandung konsekuensi dan tanggung jawab untuk selalu berperilaku dan bertindak sesuai landasan moral prajurit Korps Marinir.
“Mulai saat ini, tumbuhkan dan pupuk kesadaran baru bahwa kalian sebagai prajurit Korps Marinir harus menjadi kebanggaan rakyat yang bisa diandalkan untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar orang nomor satu di jajaran Korps Marinir itu.
Menurut Komandan Korps Marinir, untuk mendapatkan baret ungu kebanggaan tersebut, para siswa harus mampu melalui “Kawah Candradimuka” Korps Marinir, di antaranya melalui Pendidikan Komando (Dikko) untuk menjadikan prajurit-prajurit Korps Marinir yang berani, tangguh dan pantang menyerah.
“Baret Ungu yang telah kalian kenakan itu bukan semata-mata hanya sebagai simbol belaka, tetapi merupakan lambang perwujudan kehormatan dan kebanggaan Korps Marinir,” tukasnya.
Selain itu, juga mempunyai makna yang besar, sebagai hasil perjuangan dan pengabdian para pendahulu serta anugerah yang diberikan bangsa dan negara kepada Korps Marinir, yang sekaligus menjadi ciri khas prajurit Baret Ungu.
Prosesi pembaretan diawali turunnya baret untuk penyematan yang dibawa oleh Kapten Marinir Pujo Setiyono melalui terjun payung dan mendarat tepat di depan inspektur upacara pembaretan, lalu Komandan Korps Marinir melakukan pembaretan kepada perwakilan Tamtama Remaja secara simbolis yang dilanjutkan pemakaian baret kepada Tamtama Remaja oleh keluarganya.
Setelah upacara pembaretan usai, acara dilanjutkan dengan unjuk kemampuan Tamtama Remaja dalam beladiri militer dan terjun payung yang dilakukan oleh prajurit-prajurit Batalyon Intai Amfibi-1 Marinir. [bed]

Rate this article!
Tags: