15.912 Rumah Penerima Bansos PKH Ditandai Cat di Kabupaten Sidoarjo

Petugas PKH Sidoarjo melakukan kegiatan labelisasi di rumah warga yang menjadi penerima Bansos. [alikus/bhirawa]

Sidoarjo, Bhirawa
Sudah ada sebanyak 15.912 unit rumah dari keluarga penerima manfaat (KPM) PKH atau program keluarga harapan yang ada di Kabupaten Sidoarjo sudah dicat atau dilakukan labelisasi oleh petugas PKH Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo. Disampaikan oleh Koordinator PKH Kabupaten Sidoarjo, M. Ihksan, kegiatan labelisasi tahap I tersebut dimulai pada 17 Maret hingga 27 Maret 2021.

Jumlah 15.912 KPM itu, menurutnya, berada di 7 Kecamatan saja. yakni Kec. Gedangan, Balongbendo, Prambon, Porong, Sedati, Krian dan Krembung. Di 7 kecamatan itu ada 59 orang pendamping. Total semua pendamping PKH di Kab Sidoarjo ada sebanyak 115 orang.

Sedangkan, di 11 Kecamatan sisanya, seperti Tarik, Tanggulangin, Candi, Sidoarjo, Tulangan, Wonoayu, Sukodono, Taman, Waru, Buduran dan Jabon, akan dilaksanakan pada kegiatan labelisasi di tahap kedua. “Alhamdulilah, proses labelisasi pada tahap kesatu telah berjalan lancar. Semoga pada tahap kedua nanti juga akan berjalan lancar,” ujar Ihksan, Minggu (4/4) kemarin.

Total semua rumah KPM di Kab Sidoarjo yang akan labelisasi oleh petugas, kata Ihksan, nantinya ada sebayak 38.607. Untuk keperluan labelisasi ini memang dipilih cat warna merah, karena dinilai supaya terang dan gampang untuk dilihat.

Kebijakan labelisasi ini memang baru dilakukan pada tahun 2021 ini di Kab Sidoarjo. Dengan maksud supaya warga Sidoarjo bisa ikut dalam mengawasi setiap penerima Bansos. Sehingga Bansos tepat sasaran. Dengan adanya labelisasi, rumah tersebut memang berhak menerima setiap Bansos dari Pemerintah.

“Sehingga jika sampai ada keluarga yang salah penerima Bansos dari Pemerintah, masyarakat bisa melaporkan kepada pendamping PKH atau langsung ke sekretariat PKH di Dinas Sosial Kab Sidoarjo,” kata Ihksan yang sempat turun ikut labelisasi di Kec Gedangan dan Kec Sedati itu.

Kalau keluarga ini tidak mau rumahnya diberi labelisasi cat itu, menurut Ihksan, maka akan diminta supaya mundur sebagai penerima PKH yang menjadi utamanya. Tapi keluarga ini masih bisa menerima Bansos-bansos dari Pemerintah lainnya.

Didalam labelisasi itu tertulis, keluarga pra sejahtera di Kab Sidoarjo itu penerima PKH, BPNT, KIS/PBI, KUBE, PLN, PLG, KIP, BLT, JPS-BP, BPTD dan KARTU TANI. “Kegiatan labelisasi ini, diatur oleh surat dinas. Juga mendapat rekomendasi dari DPRD Sidoarjo,” kata Ihksan.[kus]

Tags: