150 Produk Unggulan OPOP Siap Diperkenalkan ke Masyarakat

Rapat persiapan OPOP Expo dipimpin ketua OPOP Jatim Heru Tjahjono yang juga Sekdaprov Jatim.

Pemprov, Bhirawa
Upaya Pemprov Jatim dalam mengembangkan potensi ekonomi santri di pondok pesantren terus dimatangkan melalui program One Pesantren One Product (OPOP). Melalui OPOP tersebut, berbagai produk unggulan bernilai ekomis akan terus dilahirkan hingga memenuhi target seribu produk unggulan.
Sebagai langkah awal, 150 produk unggulan pesantren di Jatim akan diperkenalkan ke masyarakat melalui OPOP Expo pada 28-30 November 2019 mendatang. Ajang pameran produk unggulan pondok pesantren ini menjadi bagian dari keseriusan Pemprov Jatim mengembangankan potensi ekonomi santri, pondok pesantren, koperasi pesantren dan juga alumni pesantren.
Sekretaris OPOP Jatim M Ghofirin mengatakan, OPOP Expo kali ini mengusung semangat Pesantren berdaya masyarakat sejahtera. Dalam ajang ini produk produk unggulandari pesantren akan dikenalkan pada masyarakat luas. “Jadi OPOP merupakan program yang ditujukan untuk menggerakkan ekonomi berbasis pesantren. Ada tiga pilar yang ada di OPOP. Pertama adalah santripreneur, pesantrenpreneur dengan tokoh utamanya adalah koperasi pesantren, dan pilar ketuga adalah sociopreneur yang aktornya adalah alumni pesantren,” kata Ghofirin, Selasa (25/11).
Lebih lanjut ditegaskannya, OPOP diinisiasi dari survei bahwa tidak semua santri lulusan pesantren menjadi mubaligh. Sehingga mereka butuh diberi bekal yang cukup untuk bisa berdaya sebagai entrepreneur. Terlebih saat ini ada sekitar 6.000 pesantren di Jatim. Sedangkan koperasi pesantren Jatim ada sebanyak 1.571.
Melalui program OPOP yang menjadi program Gubernur Khofifah Indar Parawansa ini, ditarget akan lahir 1.000 produk unggulan dari pesantren yang ada di Jatim. “Di OPOP Expo nanti akan ada 150 produk pesantren yang dipamerkan. Kira-kira ada 40an pesantren yang akan berpartisipasi memamerkan produknya,” lanjut Ghofirin
Produk produk pesantren itu akan dipamerkan dalam komunal branding yang ditujukan untuk menguatkan identitias produk dari setiap produk pesantren. Sejumlah pesantren yang akan berpartisipasi dalam OPOP Expo diantaranya adalah Pondok PesantrenSidogiri, Pondok Pesantren Tebuireng, Pondok Pesantren Tambak Beras dan pondok pesantren lain di Jatim.
Produk yang dipamerkan pun beraneka jenis. Mulai produk makanan minuman, produk handycraft, fashion, hingga produk IT. “Program pengembangan produk pesantren OPOP ini juga menggandeng sektor perbankan untuk mempermudah pelaku usah dalam mengakses permodalan. Selain itu dalam pendampingan keliling yang kami lakukan, kita juga mengajak mereka bisa memasarkan produk mereka secara online,” tegasnya.
Di sisi lain, Humas OPOP Jatim Helmy M Noor juga mengajak seluruh masyarakat untuk datang ke OPOP Expo. Karena selain memamerkan produk unggulan pesantren even ini juga menawarkan layanan business coaching untuk masyarakat umum.
Sehingga masyarakat yang ingin memiliki bisnis namun masih bingung untuk memilik usaha apa, bisa konsultasi dengan konsultan bisnis handal yang ada di sana. Termasuk masalah akses modal dan kaitannya dalam menjalankan bisnis.
“Even ini juga menggandeng Dinas Perindustrian dan Perdagangan, jadi ada pembuatan sertifikasi halal untuk produk UKM juga. Selain itu juga ada dorprize hadiah umroh bagi pengunjung dan juga hadiah undian motor,” kata Helmy. [tam]

Tags: