16 Rumah Rusak, Korban Banjir Bandang Butuh Bantuan Air Bersih Hingga Pakaian

Rumah warga Desa Banjaragung, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang yang rusak total akibat banjir bandang, Rabu (03/02). [arif yulianto/bhirawa].

Jombang, Bhirawa
Pasca banjir bandang yang terjadi di Desa Banjaragung, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, Senin malam (01/02) kemarin, 16 rumah warga setempat dilaporkan mengalami kerusakan. Data ini berdasarkan hasil pendataan dari pihak desa setempat pada Rabu (03/02). 3 rumah di antaranya mengalami rusak total.

Warga korban banjir saat ini juga membutuhkan bantuan air bersih, Sembako hingga pakaian. Pasalnya, pakaian mereka banyak yang hanyut terbawa arus banjir. Di lokasi, Rabu (03/02), bantuan Sembako dan pakaian sudah mulai datang dari beberapa pihak.

Masih dibutuhkannya bantuan air bersih dan pakaian ini seperti dituturkan warga setempat yang menjadi korban banjir bandang bernama Wali’anah (50).

“Saat ini yang dibutuhkan, air bersih. Kalau bisa juga baju-baju, kan semua terendam pak, terutama pakaian dalam ibu-ibu, pokonya baju. Kalau di sini ‘ndak’ hanyut, cuma sudah terendam lumpur,” tutur Wali’anah.

Selain itu lanjut dia, peralatan anak-anak sekolah seperti seragam sekolah juga sudah tidak bisa dipakai karena terkena banjir.

“Ini tadi dari gurunya anak-anak ya sudah survei ke sini, ‘ndak’ apa-apa nanti dibicarakan sama pihak sekolah,” ungkapnya.

Menurut penuturan Wali’anah, selama 50 tahun ia tinggal di desa tersebut, banjir kali inilah yang terbesar yang pernah terjadi. Dikatakannya, banjir bandang terjadi sekitar pukul 19.00 WIB.

“Sampai sepinggang. Ya (membawa) lumpur, pohon-pohon banyak sekali,” kata Wali’anah.

Saat itu, untuk menyelamatkan diri, dia bersama anggota keluarganya yang lain pun mengungsi. Sehingga tidak memikirkan nasib barang-barangnya yang ada di rumah. Termasuk uang milik suaminya yang ditinggal mengungsi juga akhirnya terkena banjir.

“Alat rumah tangga ndak hanyut, tapi rusak. Kalau uang tok itu 1 juta lebih,” ungkap dia.

Sementara warga lainnya bernama Sri (37) mengungkapkan, pada hari tersebut dirinya mengambil bantuan sabun cuci di kantor desa setempat untuk mencuci pakaian yang terendam lumpur.

“Tivi, kulkas, semua terendam, ‘nggak’ bisa dipakai.

Sri berharap kepada pemerintah agar membantu untuk pemenuhan kehidupan keluarganya pasca kejadian banjir bandang ini.

Warga lainnya yang menjadi korban banjir, Sulistiani mengungkapkan, saat ini dirinya membutuhkan bantuan berupa air bersih, pakaian serta makanan.

“Sudah dapat bantuan Sembako, air bersih belum sampai sini, masih pakai air di rumah, tapi airnya keruh,” ungkap Sulistiani saat dirinya melakukan pemeriksaan kesehatan di posko kesehatan di lokasi bencana.

Sulistiani berharap, bencana banjir bandang yang terjadi di desanya beberapa hari yang lalu tersebut merupakan bencana yang terakhir.

Sementara itu, Kepala Desa Banjaragung, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, Hasan Sulaiman mengatakan, hingga saat ini pihaknya tetap melakukan pendataan terkait jumlah rumah warga yang menjadi korban bencana banjir bandang.

“Dan yang sudah terdata, rumah yang rusak parah ada 16 rumah. Ada 3 rumah yang sudah tidak bisa ditempati karena sudah hanyut terbawa banjir,” kata Hasan Sulaiman.

Untuk rumah-rumah warga yang mengalami kerusakan ini, sambung dia, pihaknya berusaha melakukan koordinasi dengan pihak BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Jombang untuk bergerak dengan cepat.

“Untuk bagaimana kita bisa mengalokasikan anggaran untuk pembangunan bagi warga masyarakat yang terdampak. Baik secara swadaya maupun dari anggaran Dana Desa,” jelasnya.

Kades Banjaragung juga menjelaskan, saat ini bantuan juga mulai berdatangan dari para relawan maupun donatur berupa paket Sembako, pakaian bekas layak pakai, obat-obatan, dan sebagaian peralatan dapur.

“Kita masih berkoordinasi, berusaha untuk mengalokasikan anggaran terkait kerusakan 2 jembatan yang parah dan ada 2 jembatan lain yang perlu perhatian,” katanya lagi.

Sementara untuk dapur umum, jelasnya, ada salah satu rumah warga yang dikonsentrasikan sebagai dapur umum.

“Kemarin sudah ada dari Tagana, mereka menawarkan, cuma warga mungkin lebih nyaman dan cepatnya, di salah satu rumah warga. Setelah selesai, baru nanti dibagi-bagikan,” sambungnya.

Disinggung terkait kebutuhan air minum bagi warga terdampak banjir bandang di desanya, dia menjawab, pihak BPBD juga telah mengirimkan sejumlah 2 tangki besar

“Tapi kami juga tetap mengharapkan, karena warga terdampak saat ini masih belum bisa beraktifitas, belum bisa bekerja, juga belum bisa memenuhi kebutuhan sehari-harinya,” pungkasnya.(rif)

Tags: