175.590 Siswa SMA Bakal Ikuti USP dan EHB2KS

Wahid Wahyudi saat ditemui di ruang kerjanya

Penentu Kelulusan Diserahkan ke Sekolah
Dindik Jatim, Bhirawa
Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim memastikan dua kegiatan yang diikuti siswa kelas 12 jenjang SMA negeri dan swasta di Jawa Timur. Sebanyak 175.590 siswa dari 1.523 lembaga akan mengikuti Ujian Satuan Pendidikan (USP) dan Evaluasi Hasil Berlajar Berbasis Komputer dan Smartphone (EHB2KS).
Menurut Kepala Dindik Jatim, Wahid Wahyudi, kedua kegiatan ini dilaksanakan dalam waktu yang berbeda. Untuk pelaksanaan USP yang diselenggarakan sekolah sudah mulai dilaksanakan Bulan Februari. Mulai penugasan, portofolio, ujian praktek hingga ujian mandiri yang dilakukan oleh sekolah.
“USP inilah yang dijadikan salah satu dasar untuk menentukan kelulusan siswa. Karena para guru yang paling tahu apa yang diajarkan ke siswa. Kegiatan ini juga dalam rangka implementasi merdeka belajar. Sekolah yang paling tahu kemampuan siswanya,” ujar Wahid, Minggu (14/2).
Karena itu, dalam pelaksanaannya sekolah diajarkan untuk membuat soal dan ujian sendiri. Tak hanya itu, sekolah juga membentuk tim penyusun dan penelaah soal. Sebab, harus mengacu pada standart kompetensi kelulusan.
“Ini kebijakan yang luar biasa dari Kemdikbud. Karena kalau UN (ujian nasional), seringkali tidak mencerminkan kemampuan siswa yang sesungguhnya di sekolah. Karena ditemukan soal – soal yang siswa belum diajari di sekolah,” urainya.
Bahkan, dampak psikososial juga tinggi. Para orangtua juga berlomba – lomba mencari tempat bimbingan belajar. Dari itu, siswa akan mendapatkan kisi – kisi UN, apalagi sampai ada yang melakukan kecurangan.
“Kalau USP yang dilaksanakan sekarang sangat baik karena mencerminkan kemampuan siswa di sekolah. Tapi, ini pun bukan satu – satunya nya parameter yang dikatakan lulus,” katanya.
Sementara untuk pelaksanaan EHB2KS yang diselenggarakan Dindik Jatim, Wahid menjelaskan, hal itu bertujuan untuk melakukan pemetaan disparitas kualitas satuan pendidikan antar kab/kota di Jawa Timur. Dari data ini akan dilakukan treatment khusus, salah satu targetnya tidak terjadi disparitas kualitas. Sehingga diharapkan kualitas sekolah sesuai standart pendidikan.
Wahid menjelaskan, pada masa pandemi Covid 19 ini telah memberikan dampak yang luar biasa dalam pendidikan di Jawa Timur. Karenanya, melalui EHB2KS Dindik Jatim dapat mengukur dan mengetahui kemampuan siswa di masing – masing sekolah terhadap standart pendidikan.
“Tujuan lain juga mengukur sampai dimana kemampuan siswa memahami setiap mata pelajaran yang diajarkan selama pembelajaran jarak jauh,” ujar di.
Untuk pelaksanaanya, lanjut Wahid, EHB2KS rencananyakan akan diselenggarakan di akhir Februari atau Maret. Sedangkan untuk bentuk soal mengikuti AKM (Asesment Kompetensi Minimum) yang meliputi numerasi, literasi dan penalaran.
“Kedua, bentuk soal mirip UTBK. Sehingga siswa bisa terlatih saat mengikuti UTBK nantinya. Dari soal – soal EHB2KS diharapkan siswa lebih mudah untuk masuk perguruan timggi. Termasuk mulai mempelajari siswa menjawab soal – soal berbentuk AKM,” jabarnya.
Tak berbeda dengan jenjang SMA, untuk jenjang SMK kelulusan juga akan diserahkan ke sekolah. Karena berhubungan dengan keterampilan siswa, maka ujian kompetensi akan jadi pertimbngan penilaian.
“Kami sedang koordinasi dengan gugus tugas Covid 19 kab/kota, kami berharap dengan menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) ketat, misalnya per hari antara lima hingga 10 orang untuk melakukan ujian kompetensi keahlian bisa dilaksanakan,” pungkasnya. [ina]